Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Membangun kesadaran politik sejak usia muda menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas demokrasi. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Polewali Mandar membekali 80 siswa SMK Negeri Alu dengan pendidikan politik guna membentuk karakter pemilih pemula yang kritis, rasional, independen, dan berintegritas, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut mengangkat tema “Pemilih Pemula Cerdas, Demokrasi Berkualitas, Bangsa Berintegritas”. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi politik sekaligus mendorong partisipasi politik generasi muda yang berkualitas dalam kehidupan demokrasi.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar, Hj. Asliah Rahim, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Turut mendampingi Kepala SMK Negeri Alu, Solihin, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Polman, Hj. Fitriani, serta pemateri Usman Sanjaya, mantan Komisioner Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam sambutannya, Asliah Rahim menegaskan bahwa pendidikan politik memiliki peran fundamental dalam membangun kesadaran warga negara terhadap hak, kewajiban, serta tanggung jawab dalam sistem demokrasi.

Menurutnya, pemilih pemula tidak cukup hanya memahami prosedur teknis pemungutan suara, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menilai informasi, mengenali kepentingan politik, dan menentukan pilihan secara mandiri.

“Pemilih pemula harus memiliki pengetahuan dan kesadaran politik yang baik. Dengan begitu, mereka mampu menentukan pilihan secara rasional, mandiri, dan berdasarkan hati nurani, tanpa tekanan maupun pengaruh kepentingan pihak tertentu,” tegas Asliah.

Sementara itu, Usman Sanjaya dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh penyelenggaraan pemilu yang demokratis, tetapi juga bergantung pada tingkat kesadaran dan kualitas partisipasi masyarakat.

Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar demokrasi, partisipasi politik, hak dan kewajiban pemilih, serta prinsip integritas dalam penyelenggaraan pemilihan umum.

Baca Juga  Semarak Polman : BPK Harus Audit Perumda Wai Tipalayo

Ia juga mengingatkan para pelajar agar memiliki ketahanan terhadap berbagai praktik yang dapat mencederai demokrasi, seperti politik uang, penyebaran informasi bohong, manipulasi opini publik, dan intervensi politik yang mengancam kebebasan pemilih.

“Menjadi pemilih cerdas berarti tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, tidak menjual hak suara karena iming-iming materi, serta mampu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang objektif,” menjadi pesan penting dalam materi pendidikan politik tersebut.

Pendidikan politik bagi pemilih pemula merupakan instrumen penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Literasi politik tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka partisipasi pemilih, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran kritis, kemandirian politik, dan tanggung jawab konstitusional warga negara.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Polman berharap para siswa SMK Negeri Alu mampu menjadi generasi yang tidak sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami substansi demokrasi, menghargai perbedaan pilihan politik, serta berperan aktif menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan para siswa sebagai peserta utama dan ditutup melalui sesi foto bersama antara jajaran Kesbangpol, pihak sekolah, pemateri, serta seluruh peserta.

Kesbangpol Polman menempatkan pendidikan politik di lingkungan sekolah sebagai bagian dari investasi demokrasi jangka panjang. Sebab, kualitas demokrasi masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda memahami hak politiknya, menolak praktik politik transaksional, dan mempertahankan integritas dalam setiap proses politik. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan