Ditjen Imigrasi Perkuat Tata Kelola, Hendarsam Lantik Sejumlah Pejabat Strategis Pasca Proses Hukum di KPK

Ditjen Imigrasi melakukan pembenahan tata kelola dengan melantik sejumlah pejabat strategis. Dirjen Hendarsam menegaskan komitmen memperkuat integritas dan pelayanan publik pasca proses hukum yang menjerat pejabat sebelumnya. (Poto : Istimewa)
Shared Berita

JAKARTA, Sulbarpos.com – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus melakukan pembenahan internal guna memperkuat integritas dan kualitas pelayanan publik. Sebagai bagian dari langkah tersebut, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melantik sejumlah pejabat strategis di lingkungan Ditjen Imigrasi, Senin (22/6/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Ditjen Imigrasi dalam memperkuat tata kelola organisasi, khususnya setelah dua pejabat yang sebelumnya menjabat pada posisi strategis menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua pejabat yang dilantik yakni Syahrioma Delavino sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat dan Rakha Sukma Purnama sebagai Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari langkah konkret untuk memperkuat sistem dan budaya kerja yang berintegritas.

“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya pembenahan. Kami memastikan bahwa proses hukum yang berjalan menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan tata kelola organisasi,” ujar Hendarsam dalam sambutannya.

Menurut Hendarsam, Direktorat Jenderal Imigrasi berkomitmen menjadikan setiap dinamika dan tantangan sebagai pijakan untuk melakukan perbaikan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah langkah cepat atau quick wins yang telah dijalankan sebagai respons atas hasil evaluasi internal. Salah satu langkah utama adalah penyederhanaan proses bisnis layanan keimigrasian, khususnya dalam pengurusan izin tinggal.

Penyederhanaan prosedur ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pengguna jasa keimigrasian.

Selain itu, Ditjen Imigrasi juga terus memperkuat pengawasan internal, mempercepat tindak lanjut atas pengaduan masyarakat, meningkatkan kontrol terhadap pelaksanaan tugas petugas di lapangan, serta menguatkan nilai-nilai integritas di seluruh jajaran aparatur.

Baca Juga  Pj Gubernur Sulbar Dorong Digitalisasi Pembelajaran untuk Tingkatkan Kompetensi Aparatur Desa

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat benar-benar merasakan perubahan. Pembenahan tidak boleh berhenti pada proses internal atau seremoni, tetapi harus tercermin dalam layanan yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” lanjut Hendarsam.

Tak hanya melantik pejabat di Jawa Barat dan Jakarta Barat, pelantikan kali ini juga mencakup sejumlah Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi di berbagai daerah, antara lain Banten, Kalimantan Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Bengkulu, dan Maluku.

Selain itu, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang juga turut dilantik dalam agenda tersebut.

Hendarsam menekankan bahwa transformasi kepemimpinan yang dilakukan merupakan upaya kolektif untuk membangun budaya kerja yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kepercayaan publik adalah hal utama yang harus kita jaga. Oleh karena itu, setiap pejabat yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pelayanan keimigrasian berjalan dengan baik, bersih, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Pelantikan para pejabat baru ini diharapkan menjadi titik awal penguatan reformasi birokrasi di lingkungan Ditjen Imigrasi, sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat Indonesia. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan