Shared Berita

Sulbarpos.com, Mamuju — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Sulawesi Barat, Sandi, menemukan langsung dugaan praktik kecurangan dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Bulucindolo, Kabupaten Pasangkayu.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/2), saat Sandi bersama rombongan singgah mengisi BBM dalam perjalanan kembali ke Mamuju usai melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pasangkayu.

Saat berada di lokasi, Sandi mencurigai adanya aktivitas pengisian BBM yang dinilai tidak lazim. Ia melihat sebuah mobil pick up tanpa nomor polisi tengah mengisi BBM subsidi dengan cara yang mencurigakan.

“Saya datangi dan menegurnya langsung,” kata Sandi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Sandii, kendaraan tersebut diduga telah dimodifikasi dan tidak dapat menunjukkan dokumen resmi pengisian BBM bersubsidi saat diminta. Hal itu memperkuat dugaan adanya penyalahgunaan BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Sandi memastikan akan memanggil pengelola SPBU Bulucindolo untuk dimintai klarifikasi. Ia juga menyatakan akan melibatkan sejumlah pihak eksternal guna memastikan penanganan kasus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Kami akan melibatkan Ombudsman, BPH Migas, serta Pertamina untuk menindaklanjuti temuan ini,” ujarnya.

Saat ditanya apakah praktik tersebut mengindikasikan pola terorganisir, misalnya melibatkan kendaraan milik perusahaan tambang atau perkebunan sawit, Sandi mengaku belum dapat memastikan.

“Saya tidak bisa memastikan itu terorganisir atau tidak. Namun fakta di lapangan, kendaraan tersebut sudah dimodifikasi dan dokumen pengisian BBM tidak mampu ditunjukkan,” tegasnya.

Kasus ini menambah daftar dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di sulbar, sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi energi yang menyangkut kepentingan publik. (Red)

Baca Juga  Curi Saat Rumah Kosong, Remaja Diringkus Polresta Mamuju

Iklan