Kadis PerindagkopUKM Polman Perkuat Sinergi dengan Pertamina, Bahas Strategi Distribusi LPG 3 Kg dan Program Ayo Beralih

Pertemuan dan diskusi antara Kepala Dinas PerindagkopUKM Polman, Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur, S.P., M.Si bersama SBM Gas Pertamina (Poto : Humas Disperindagkop & UKM)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (PerindagkopUKM) terus memperkuat koordinasi dengan pihak Pertamina guna memastikan penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi berjalan lebih tepat sasaran. Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan dan diskusi antara Kepala Dinas PerindagkopUKM Polman, Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur, S.P., M.Si bersama SBM Gas Pertamina, Selasa (16/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana konstruktif itu membahas berbagai strategi dan inovasi untuk meningkatkan efektivitas distribusi LPG 3 Kg di Kabupaten Polewali Mandar. Fokus utama pembahasan diarahkan pada upaya memastikan penyaluran LPG subsidi dapat memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu, sehingga masyarakat yang berhak memperoleh manfaat subsidi dapat terlayani secara optimal.

Selain membahas mekanisme distribusi, kedua belah pihak juga saling bertukar informasi terkait kondisi penyaluran LPG 3 Kg di lapangan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pasokan dan ketersediaan stok bagi masyarakat.

Kepala Dinas PerindagkopUKM Kabupaten Polewali Mandar, Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Pertamina memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik.

“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk menciptakan sistem distribusi LPG yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan sekaligus memastikan subsidi energi benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, perhatian juga tertuju pada program “Ayo Beralih” yang digagas Pertamina. Program ini bertujuan mendorong masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk menggunakan LPG non-subsidi, sehingga LPG 3 Kg dapat difokuskan bagi masyarakat kurang mampu, pelaku usaha mikro, nelayan sasaran, serta petani sasaran yang memenuhi kriteria penerima subsidi.

Program tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung kebijakan subsidi tepat sasaran. Dengan semakin banyak masyarakat mampu yang beralih menggunakan LPG non-subsidi, maka distribusi LPG 3 Kg diharapkan menjadi lebih merata dan mampu menjangkau kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga  May Day Berbalik Arah di Polman: Buruh Tinggalkan Jalanan, Serbu Pasar Murah yang Disambut Antusias Warga

Dari sisi edukasi publik, pemerintah daerah bersama Pertamina juga berkomitmen untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan LPG sesuai peruntukannya. Edukasi ini dinilai penting agar subsidi energi yang dialokasikan pemerintah dapat dikelola secara efektif sekaligus mendorong terciptanya tata kelola distribusi yang lebih tertib dan berkeadilan.

Melalui pertemuan tersebut, DisperindagkopUKM Polewali Mandar dan Pertamina sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan distribusi, serta membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Berbagai langkah strategis yang dibahas diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi energi di Kabupaten Polewali Mandar, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kegiatan itu pun menjadi wujud komitmen bersama antara pemerintah daerah dan Pertamina dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik di sektor energi dan perdagangan, dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan