Berita12.com — Ketua Amalia Fitri Aras kembali turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui Hearing Dialog Tahap II yang digelar di Kabupaten Mamuju Tengah. Forum yang berlangsung di Aula Hotel Amalia, Jumat (24/4/2026), menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus merumuskan solusi bersama.
Dalam forum itu, Amalia menegaskan pentingnya membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Melalui hearing dialog ini, kami berharap tercipta komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan seluruh masyarakat Sulawesi Barat, khususnya di Mamuju Tengah,” kata Amalia.
Kegiatan ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sejalan dengan arah pembangunan yang diusung Gubernur Suhardi Duka, dengan fokus pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sejumlah elemen masyarakat hadir dalam dialog tersebut, mulai dari tokoh pemuda, kader Posyandu, hingga pelaku UMKM. Mereka memanfaatkan forum itu untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak.
Salah satu isu utama yang mengemuka adalah sektor kesehatan, terutama terkait kebutuhan fasilitas Posyandu guna memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
Di sektor ekonomi, perhatian juga tertuju pada penguatan UMKM. Dukungan permodalan, pembinaan, hingga akses pasar menjadi harapan para pelaku usaha agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas usaha mereka.
Tak hanya itu, sektor pariwisata turut menjadi pembahasan penting. Potensi destinasi wisata di Mamuju Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Amalia menegaskan, seluruh aspirasi yang masuk akan menjadi perhatian DPRD Sulbar untuk diperjuangkan dalam kebijakan maupun program pembangunan daerah.
“Kami berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat, mulai dari kesehatan, penguatan ekonomi warga, hingga pengembangan potensi wisata, agar bisa terakomodasi demi kemajuan daerah,” tegasnya.
Hearing dialog tersebut berlangsung dinamis dan interaktif. DPRD Sulbar berharap setiap usulan yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program konkret yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. (*)




