LHU BBVet Maros Ungkap Fakta Mengejutkan: Anjing di Wonomulyo Polman Positif Rabies, Pemda Siapkan Vaksinasi Darurat dan Eliminasi Selektif
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Ancaman penyakit rabies kembali mencuat dan menghebohkan warga Kabupaten Polewali Mandar. Seekor anjing yang menggigit seorang anak berusia lima tahun di Kecamatan Wonomulyo dipastikan positif terinfeksi rabies berdasarkan hasil uji laboratorium resmi.
Kasus ini menimpa Wira (5), warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Sulawesi Barat. Kepastian status rabies diperoleh melalui Laporan Hasil Uji (LHU) Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros dengan nomor registrasi 070004/R730801/04/2026, yang menyatakan sampel hewan tersebut terkonfirmasi mengandung virus rabies.
Sekretaris Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Ahmad Farid, membenarkan hasil tersebut.
“Positif rabies, berdasarkan hasil pemeriksaan BBVet Maros,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/4/2026).
Menyikapi temuan ini, pemerintah daerah bergerak cepat dengan menyiapkan langkah darurat untuk mencegah penyebaran lebih luas. Upaya yang dilakukan meliputi vaksinasi massal terhadap hewan penular rabies (HPR) serta eliminasi selektif di sekitar lokasi kejadian guna memutus rantai penularan.
Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh. Isnania Bagenda, mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan penanganan medis korban berjalan optimal. Penanganan tersebut mencakup pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) maupun Serum Anti Rabies (SAR), serta penelusuran terhadap warga yang berpotensi terpapar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait penanganan medis, termasuk pemberian vaksin kepada korban serta penelusuran warga lain yang mungkin terdampak,” jelasnya.
Selain langkah penanganan, upaya pengendalian di lapangan juga dilakukan secara terpadu melalui vaksinasi darurat dan eliminasi selektif terhadap hewan yang berpotensi menularkan rabies di wilayah sekitar.
Pemerintah daerah turut menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies dan langkah awal penanganan jika terjadi gigitan hewan.
Warga diimbau untuk tidak melepasliarkan hewan peliharaan tanpa pengawasan serta memastikan hewan telah divaksin secara berkala.
Dinas terkait menegaskan, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam mencegah penyebaran rabies. Pemeriksaan rutin hewan peliharaan ke Puskeswan serta partisipasi dalam program vaksinasi menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat Polewali Mandar untuk meningkatkan kewaspadaan. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, dan masyarakat dinilai krusial guna mencegah meluasnya penyakit mematikan tersebut ke wilayah lain. (*Mull)
Editor: Basribas



