Shared Berita

Sulbarpos.com, MAJENE — Ilham, warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang sebelumnya mengungkap dugaan penipuan berkedok program revitalisasi sekolah senilai Rp540 juta, mengaku menjadi korban penganiayaan.

Ilham menyampaikan pengakuan tersebut saat menjalani perawatan di Puskesmas Lembang, Majene, Jumat malam, 30 Oktober 2026.

Ia terlihat mengalami luka memar dan pembengkakan pada bagian kepala.

Menurut Ilham, insiden bermula ketika dirinya berada di jalan di samping Kafe NF, Majene. Ia mengaku dihampiri seorang pria yang kemudian mencengkeram kerah bajunya dan menariknya.

“Saya di jalan berada di samping Kafe NF Majene. Nawesomi Baro bayu mane nalellerria,” ujar Ilham sambil menahan rasa sakit.

Ilham mengaku kemudian dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke rumah pria tersebut.

Namun, saat memperoleh kesempatan, Ilham berusaha melarikan diri. Ia mengatakan upayanya tersebut justru membuat dirinya dikejar.

“Saya lari dari rumahnya, saya dikejar lalu saya jatuh. Saya dipukul lagi beberapa kali,” tutur Ilham.

Dalam pelariannya, Ilham mengaku terjatuh dan kembali mengalami kekerasan.

Beruntung, seorang warga disebut datang memberikan pertolongan.

Ilham kemudian dibawa ke tempat yang lebih aman sebelum akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Lembang.

Ia menyebut luka yang dialaminya antara lain memar dan pembengkakan pada bagian kepala.

Sebelumnya Ungkap Dugaan Penipuan Rp540 Juta

Kasus yang dialami Ilham menjadi sorotan karena sebelumnya ia diketahui mengungkap dugaan penipuan yang mengatasnamakan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene dengan nilai mencapai Rp540 juta.

Dalam perkara tersebut, sejumlah nama disebut-sebut dalam informasi yang beredar.

Baca Juga  Pemprov dan TP PKK Sulbar Perkuat Intervensi Gizi Ibu Hamil untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Ketua LSM Merdeka Manakarra Sulawesi Barat, Andika Putra, menyatakan prihatin atas kondisi Ilham. Lembaga tersebut mengungkapkan bahwa sebelum dugaan penganiayaan terjadi, pihaknya telah menyampaikan informasi kepada kepolisian mengenai dugaan intimidasi yang disebut dialami Ilham.

“Kami telah mengingatkan pentingnya memberikan perlindungan kepada yang bersangkutan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Andika dalam keterangannya.

Ia meminta Polres Majene segera mengusut dugaan penganiayaan tersebut secara profesional. Polisi juga didorong mengungkap identitas pihak yang diduga terlibat serta motif di balik kejadian tersebut.

Andika menegaskan, tindakan hukum harus diberikan kepada siapa pun yang nantinya terbukti terlibat berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang sah.

Minta Keselamatan Ilham Dijamin

Selain meminta pengusutan perkara, LSM Merdeka Manakarra meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian terhadap keselamatan Ilham dan keluarganya.

Menurutnya, seseorang yang menyampaikan informasi mengenai dugaan penyimpangan tidak seharusnya berada dalam situasi yang membuatnya merasa terancam.

“Jangan sampai masyarakat yang berani mengungkap dugaan penyimpangan justru merasa terancam ketika mencari keadilan,” ujar Andika.

Ia berharap kasus dugaan penganiayaan terhadap Ilham dapat ditangani secara transparan dan tuntas, tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang menjelaskan secara utuh kronologi dan motif kejadian. (AP)

 

Iklan