Puasa Pertama Jauh dari Rumah, Prajurit Muda TMMD Kodim 1402/Polman Bawa Semangat dan Haru untuk Desa Lenggo
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Terik matahari membakar jalan poros Desa Lenggo, debu beterbangan di sekeliling, namun semangat seorang prajurit muda tetap menyala. Prada M. Farizaldi, anggota Satgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman dari Yonif TP 874/Vovasanggayu, tak sekadar bekerja; ia menanamkan cinta dan dedikasi dalam setiap tetes keringatnya.
Ramadan pertamanya sebagai anggota TNI menjadi momen haru, karena jauh dari keluarga sekaligus menorehkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di tengah aktivitas fisik yang melelahkan—mengaduk semen, mendorong gerobak material, dan meratakan rabat beton—Farizaldi tetap menebar senyum. Setiap gerakan adalah pengabdian yang tulus untuk membuka akses jalan di desa yang selama ini terisolasi.
“Bangga bisa ikut mengabdi. Membantu warga yang kesulitan akses bukan sekadar tugas, tapi pengalaman hidup yang sangat berharga,” ujarnya dengan mata berbinar.
Rindu keluarga menghantui di setiap waktu berbuka dan sahur. Unggahan di media sosial milik seniornya, Zamrud Rock, sempat viral, menampilkan pesan singkat Farizaldi untuk orang tua dan adik di kampung halaman:
“Selamat menunaikan ibadah puasa buat keluarga di rumah. Anakmu di sini sehat-sehat selalu, semangat.”
Pesan sederhana itu menyiratkan kerinduan mendalam—puasa pertama di tanah pengabdian sekaligus jauh dari orang-orang tercinta. Namun, Farizaldi menemukan kehangatan baru di tengah masyarakat Desa Lenggo. Persaudaraan dengan warga dan rekan satgas perlahan mengisi ruang rindu, menciptakan “keluarga baru” di tanah pengabdian.
Kisah Farizaldi menjadi inspirasi bagi generasi muda: pengabdian bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga keberanian, disiplin, dan ketulusan hati. Jarak, debu, dan lelah bukan penghalang, melainkan kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan kuat.
Prada M. Farizaldi, anggota Satgas TMMD ke-127 Kodim 1402/Polman dari Yonif TP 874/Vovasanggayu, Kabupaten Pasangkayu, telah menunjukkan bahwa TNI hadir bukan hanya untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga untuk membangun masyarakat.
Di jalan rabat beton Desa Lenggo, setiap langkahnya menjadi simbol pengabdian, rindu, dan cinta kepada bangsa serta keluarga yang ditinggalkan jauh di kampung halaman. (*rls)
Editor: Basribas



