Shared Berita

Sulbarpos.com, Majene — Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi menggelar aksi demonstrasi dengan membawa beberapa tuntutan , aksi unjuk rasa itu dilaksanakan di depan Rektorat STAIN Majene, Kamis (6/7/2023).

Aksi tersebut merupakan buntut dari penolakan surat permintaan audiensi yang diajukan beberapa hari yang lalu ke bagian umum STAIN Majene.

Akibat dari penolakan itu mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa STAIN Majene menggelar aksi demonstrasi di depan Rektorat.

Massa aksi yang memaksa untuk masuk kedalam rektorat sempat baku cekcok dengan pihak keamanan kampus lantaran tak kunjung ditemui.

Dalam orasinya mahasiswa menuntut birokrasi kampus untuk transparansi anggaran ormawa dan anggaran pembangunan gedung terpadu, membantu menyelesaikan persoalan jalanan yang masih tertutup, perbaikan fasilitas kampus, mempertegas regulasi sudah ditetapkan.

Jendral lapangan Rahman mengatakan, Kampus STAIN Majene hari ini kehilangan arah dan gagal dalam mewujudkan kata unggul malabiq sebagai slogan yang sering dilontarkan oleh birokrasi.

“Ada beberapa kekeliruan yang terjadi dikampus ini seperti dana ormawa yang sampai sekarang tidak ada transparansi dilakukan oleh birokrasi”, tegas Rahman di Majene, Kamis (6/7/2023).

Ia menambahkan, anggaran HMJ yang diberikan dari kampus hanya sekitar Rp. 1,8 juta saja yang hanya mencukupi biaya konsumsi padahal itu digunakan untuk 1 periode masa kepengurusan.

“Kami akan kembali melaksanakan aksi jilid II dengan membawa massa yang lebih banyak lagi dan ketika tuntutan tidak di indahkan. Maka kami meminta APH untuk turun mengaudit keuangan yang ada di STAIN Majene karena diduga ada permainan”, tambah Rahman.

Massa aksi akhirnya diterima oleh birokrasi Suddin Bani Wakil ketua II Bidang administrasi umum dan keuangan, Anwar Sadat Wakil ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama.

Baca Juga  Pemprov Sulawesi Barat Lakukan Rapat Pembahasan Ranpergub tentang Pedoman Pemberian Beasiswa

Anwar Sadat pada saat menerima massa aksi mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah menolak untuk beraudiensi dengan mahasiswa karena itu bidangnya.

Namun pada saat hari yang diminta untuk audiensi itu bertepatan dirinya saat menguji mahasiswa yang sedang ujian dan Wakil ketua lainnya sedang perjalanan dinas.

“Seharusnya kalau permintaan HMJ untuk transparansi anggaran ya kejurasan bukan ke saya, Saya hanya tahu anggaran Dema, Sema UKM”, imbuhnya.

Dari pantauan wartawan sulbarpos.com, massa aksi tidak puas dengan jawaban dari birokrasi kampus sehingga keluar dari ruangan kembali berorasi dan massa aksi berangsur membubarkan diri.

(Sulbarpos/Syam)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open chat
Hello 👋
ada yang bisa kami bantu ??