Oleh: dr. Kurniawan Tri Jaya
Sulbarpos.com, OPINI – Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia. Banyak orang mengira katarak hanya terjadi karena faktor usia. Padahal, pola makan dan gaya hidup juga berperan besar terhadap kesehatan mata.
Sebagai negara dengan konsumsi nasi yang tinggi, masyarakat Indonesia hampir tidak bisa lepas dari nasi dalam menu sehari-hari. Bahkan, sebagian orang merasa belum makan jika belum menyantap nasi. Namun, tahukah Anda bahwa konsumsi karbohidrat berlebihan dapat berhubungan dengan peningkatan risiko katarak?
Sebuah penelitian berjudul Relationship between dietary macronutrient intake and the risk of age-related cataract in middle-aged and elderly patients in northeast China menyebutkan bahwa asupan karbohidrat yang tinggi dapat meningkatkan risiko katarak tipe kortikal. Selain itu, asupan asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acid) yang tinggi juga berhubungan dengan peningkatan risiko katarak tipe nuklear.
Sebaliknya, penelitian tersebut menemukan bahwa asupan protein yang tinggi, terutama protein hewani, justru berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap katarak tipe posterior subcapsular (PSC). Peneliti menyimpulkan bahwa perubahan pola makan pada populasi tertentu berpotensi menurunkan risiko terjadinya katarak terkait usia (age-related cataract/ARC).
Lantas, bagaimana cara menyikapi konsumsi nasi dan pola makan agar tetap aman bagi kesehatan mata? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Batasi Porsi Karbohidrat Berlebihan
Karbohidrat, terutama dari nasi putih, memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berulang.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik yang berkontribusi terhadap pembentukan katarak, khususnya tipe kortikal.
2. Perhatikan Jenis Lemak yang Dikonsumsi
Meskipun lemak tak jenuh sering dianggap lebih sehat, penelitian menunjukkan bahwa asupan polyunsaturated fatty acid (PUFA) yang berlebihan juga dapat berkaitan dengan peningkatan risiko katarak nuklear.
Artinya, keseimbangan tetap menjadi kunci. Konsumsi lemak sehat tetap dianjurkan, namun dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
3. Tingkatkan Asupan Protein Berkualitas
Protein, terutama protein hewani seperti ikan, telur, dan daging tanpa lemak, diketahui berpotensi memberikan efek protektif terhadap katarak tipe PSC.
Menambahkan sumber protein dalam setiap waktu makan juga membantu menstabilkan kadar gula darah dan menjaga keseimbangan metabolisme.
4. Perbanyak Konsumsi Antioksidan
Stres oksidatif merupakan salah satu mekanisme utama terjadinya katarak. Oleh karena itu, konsumsi makanan yang kaya vitamin C, vitamin E, lutein, dan selenium sangat dianjurkan.
Sayuran hijau, buah-buahan segar, dan ikan yang mengandung omega-3 dapat membantu melindungi lensa mata dari kerusakan.
5. Terapkan Pola Makan Seimbang
Nasi bukanlah penyebab langsung katarak. Namun, konsumsi karbohidrat tinggi tanpa keseimbangan protein, lemak, dan mikronutrien dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik yang berdampak pada kesehatan mata.
Mengatur pola makan dengan komposisi yang seimbang berpotensi menurunkan risiko katarak terkait usia.
Menjaga kesehatan mata tidak hanya dilakukan dengan menghindari sinar ultraviolet atau rutin memeriksakan diri ke dokter. Pola makan juga memiliki peran penting dalam menjaga kejernihan lensa mata.
Mulailah dengan mengatur porsi, memilih sumber nutrisi yang tepat, dan menjaga keseimbangan asupan harian. Perubahan kecil dalam pola makan hari ini dapat membantu mencegah gangguan penglihatan di masa depan. (*)
(Penulis adalah Dokter Umum di Puskesmas Mehalaan, Mamasa)




