Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Menutup tahun 2025 sekaligus menyongsong tahun baru 2026, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menggelar Refleksi Akhir Tahun di Rumah Jabatan Bupati Polman, Rabu malam (31/12).

Forum ini menjadi ruang evaluasi terbuka bagi jajaran eksekutif daerah untuk menilai capaian, mengurai persoalan, serta merumuskan langkah strategis pembangunan ke depan.

Kegiatan yang diinisiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Polman, Nursaid Mustafa, tersebut dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar, serta seluruh pejabat Eselon II lingkup Pemkab Polman.

Suasana dialog berlangsung hangat namun substantif, menandai komitmen pemerintah daerah terhadap transparansi dan perbaikan berkelanjutan.

Yang membedakan refleksi tahun ini, Pemkab Polman secara khusus menghadirkan Tim ASSAMI—relawan dan tim pemenangan pasangan H. Samsul Mahmud dan Hj. Andi Nursami Masdar pada Pilkada lalu.

Kehadiran mereka dimaksudkan untuk menyampaikan pandangan dari basis masyarakat terkait pelayanan publik dan kinerja pemerintahan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Polman, Aco Musaddad HM, mengungkapkan sejumlah isu strategis yang mengemuka dalam diskusi.

Catatan tersebut mencakup peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pemerataan akses dan mutu pendidikan hingga ke pelosok, percepatan pembangunan infrastruktur jalan serta pengelolaan lingkungan dan sampah.

Selain itu, isu ketenagakerjaan, khususnya penciptaan lapangan kerja bagi pemuda lokal, juga menjadi sorotan.

Tak kalah penting, optimalisasi komunikasi publik dan pengelolaan citra daerah di ruang digital turut mengemuka sebagai pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Polewali Mandar menyampaikan apresiasi atas kritik yang disampaikan secara konstruktif.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak anti kritik dan menjadikan evaluasi sebagai bagian dari proses perbaikan kebijakan.

Baca Juga  Bawaslu Polman Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan Rekapitulasi Penetapan Daftar Pemilih Sementara

“Pemerintah tidak akan menutup telinga terhadap kekurangan yang ada. Terima kasih atas seluruh masukan. Kami terus berbenah dan mengevaluasi kebijakan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tegas Bupati.

Bupati juga memaparkan capaian indikator makro daerah selama 10 bulan masa kepemimpinannya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Polewali Mandar tercatat meningkat dari 69,88 poin pada 2024 menjadi 70,71 poin pada 2025, sekaligus mengubah status dari kategori sedang ke kategori tinggi.

Pada saat yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 15,66 persen menjadi 14,02 persen, menjadikan Polman sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan paling signifikan di Sulawesi Barat.

Sekda Polman, Nursaid Mustafa, yang memandu jalannya dialog, menutup rangkaian diskusi dengan pesan optimisme dan penekanan pada tindak lanjut konkret.

Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadikan kritik dan saran sebagai pijakan kerja, bukan sekadar catatan tahunan.

“Mari kita jawab seluruh masukan ini bukan dengan retorika, tetapi dengan kerja nyata untuk Polman yang lebih baik di tahun 2026,” ujar Nursaid.

Refleksi Akhir Tahun ini menegaskan komitmen Pemkab Polewali Mandar dalam menyongsong 2026 dengan pendekatan evaluatif dan partisipatif.

Pemerintah daerah membuka ruang dialog, merangkum kritik, serta menyiapkan arah kebijakan berbasis data dan kebutuhan masyarakat, sebagai bekal membangun Polewali Mandar yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing di tahun mendatang. (*Bsb)

Editor: Basribas

Iklan