Solidaritas Ramadan di Galung Tuluk: Dinsos Polman dan Relawan Lembur Hingga Dini Hari Sortir 38 Paket Rumah Korban Kebakaran
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Semangat kemanusiaan terasa begitu kuat di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa. Di tengah suasana Ramadan, tim dari Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar bersama para relawan berjibaku sejak pagi hingga dini hari untuk menerima, menyortir, dan menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah warga.
Aksi sosial tersebut berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026, dipusatkan di lokasi penerimaan bantuan. Tim gabungan terdiri dari TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Dinsos Polman, relawan WIZ (Wahda Inspirasi Zakat), mahasiswa dan mahasiswi STISIP Bina Generasi Kabupaten Majene, serta PMI Polman.
Mereka bahu membahu memastikan setiap bantuan yang datang dari berbagai elemen masyarakat dapat terdata, tersortir, dan tersalurkan secara tepat sasaran.
Proses penanganan bantuan tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh logistik yang diterima terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenis dan kebutuhan, termasuk klasifikasi pakaian berdasarkan jenis kelamin. Setelah melalui proses sortir, bantuan kemudian dikemas menjadi dua skema distribusi, yakni 38 paket untuk masing-masing rumah terdampak serta 52 paket berbasis Kepala Keluarga (KK).
Pekerja Sosial Kebencanaan Dinsos Polman, Muliyadi, S.Sos, yang memimpin langsung koordinasi lapangan atas arahan Plt. Kepala Dinas Sosial Polman, Andi Hizbullah Mastar, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan semangat solidaritas.
“Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan kemanusiaan. Apalagi di bulan Ramadan, kami justru merasa lebih ringan menjalankannya karena dilandasi keikhlasan untuk membantu sesama,” ujar Muliyadi.
Ia menambahkan, koordinasi lintas unsur menjadi kunci kelancaran proses penerimaan hingga pendistribusian bantuan.
Tim bekerja secara terstruktur, mulai dari pencatatan donasi, pemilahan barang, pengemasan paket, hingga persiapan distribusi agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekurangan pada penerima manfaat.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinsos Polman, Hj. Fitriqni, S.Sos., M.Si. Menurutnya, pekerjaan sosial akan terasa ringan ketika dilakukan dengan rasa syukur dan niat ibadah.
“Apapun pekerjaannya, jika dinikmati dan dilaksanakan dengan ikhlas, insya Allah terasa ringan. Terlebih di bulan Ramadan, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal dan memperkuat solidaritas,” tuturnya.
Kebakaran yang melanda Desa Galung Tuluk sebelumnya mengakibatkan 38 rumah terdampak, memaksa puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kehadiran pemerintah daerah bersama relawan diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan psikologis para korban.
Dinsos Polman menegaskan bahwa proses penyortiran dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap bantuan yang masuk dicatat dalam daftar inventaris, dipilah sesuai kategori kebutuhan dasar seperti sandang dan kebutuhan harian, lalu dikemas dengan standar kesetaraan isi antar paket.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada perbedaan signifikan antar penerima serta menghindari potensi kecemburuan sosial di tengah masyarakat terdampak.
Solidaritas lintas lembaga dan elemen masyarakat di Galung Tuluk menjadi bukti bahwa kepedulian masih tumbuh kuat. Di tengah ujian musibah, semangat kebersamaan justru menguatkan harapan bahwa para korban tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit mereka. (*rls)
Editor: Basribas



