Hadapi Risiko Kebakaran Industri, Damkar Polman Bekali Pekerja dengan Simulasi APAR

UPTD Damkar Polman menggelar edukasi proteksi kebakaran dan pelatihan K3 bagi karyawan PT Bumi Surya Selaras di Luyo guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran di lingkungan kerja. (Poto : Humas Damkar)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Upaya membangun budaya keselamatan kerja yang tangguh terus diperkuat oleh UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar. Melalui edukasi dan simulasi penanganan kebakaran, para pekerja didorong untuk memiliki kesiapsiagaan serta kemampuan bertindak cepat dalam menghadapi situasi darurat, sehingga risiko kerugian akibat kebakaran dapat diminimalkan sejak dini.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi proteksi kebakaran, simulasi penanggulangan kebakaran, dan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilaksanakan personel Regu A Damkar Polman di kawasan operasional PT Bumi Surya Selaras, Mapili Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Ahad (7/6/2026).

Kegiatan preventif yang berlangsung selama satu jam, mulai pukul 11.15 hingga 12.15 WITA, dirancang untuk meningkatkan kapasitas pekerja dan jajaran manajemen perusahaan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, khususnya risiko kebakaran di lingkungan industri.

Dalam pelatihan tersebut, personel Regu A memberikan materi komprehensif mengenai pengenalan unsur-unsur pembentuk api, identifikasi titik-titik rawan kebakaran di area kerja, hingga praktik langsung penanganan kebakaran skala kecil menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik pemadaman sederhana melalui metode penyelimutan api, serta mengikuti simulasi evakuasi darurat yang dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, menegaskan bahwa penerapan standar keselamatan kebakaran merupakan bagian penting yang tidak dapat diabaikan dalam operasional perusahaan, terutama di sektor industri yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

“Sektor industri dan manufaktur memiliki kompleksitas risiko kebakaran yang cukup tinggi karena melibatkan instalasi mesin dan material produksi. Melalui edukasi dan training K3 bersama Regu A ini, kami bersama pihak manajemen serta karyawan PT Bumi Surya Selaras ingin memastikan bahwa perusahaan mampu melakukan pemadaman mula (initial attack) secara mandiri sebelum api membesar. Kami sangat mengapresiasi komitmen perusahaan dalam menjaga aspek keselamatan kerja ini,” ujar Imran.

Baca Juga  Bukber Penuh Makna, Insan Pers dan Polres Polman Rajut Sinergi di Bulan Suci Ramadan 1447.H

Menurutnya, kesiapsiagaan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menekan potensi korban jiwa maupun kerugian material ketika terjadi insiden kebakaran.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian teori di dalam ruangan hingga simulasi lapangan, berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Berdasarkan laporan komandan regu di lokasi, kegiatan edukasi dan pelatihan tersebut berjalan aman, tertib, serta lancar tanpa mengalami kendala teknis.

Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Damkar Polman berharap kesadaran dan kemampuan mitigasi bencana kebakaran di lingkungan industri semakin meningkat, sehingga tercipta tempat kerja yang lebih aman, produktif, dan berkelanjutan. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan