Kesbangpol dan KPU Polman Edukasi Pemilih Pemula di SMAN 1 Polewali, Tekankan Tolak Politik Uang dan Hoaks

Kesbangpol dan KPU Polewali Mandar menggelar sosialisasi pendidikan politik bagi ratusan pemilih pemula di SMA Negeri 1 Polewali guna membangun generasi muda yang cerdas, kritis, berintegritas, dan siap berpartisipasi dalam demokrasi. (Poto : Istimewa)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Generasi muda bukan sekadar penerus bangsa, tetapi juga penentu arah demokrasi Indonesia di masa depan. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Polewali Mandar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Aula SMA Negeri 1 Polewali, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi politik generasi muda sekaligus membangun kesadaran berpartisipasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Melalui sosialisasi tersebut, para pelajar dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, sistem kepemiluan, serta pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses demokrasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar Hj. Asliah Rahim, jajaran Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Polewali Mandar beserta sekretariat, Kepala SMA Negeri 1 Polewali bersama para wakil kepala sekolah, guru dan staf, pejabat fungsional serta pelaksana Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Polewali Mandar.

Turut menjadi narasumber Anggota KPU Kabupaten Polewali Mandar Andi Rannu serta Usman Sanjaya, Analis Politik, Hukum dan Keamanan Kesbangpol Polewali Mandar yang juga merupakan mantan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat periode 2018–2023. Kegiatan diikuti pengurus OSIS dan ratusan siswa yang merupakan calon pemilih pada Pemilu mendatang.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, kemudian dilanjutkan sambutan dari para pejabat sebelum memasuki sesi penyampaian materi.

Kepala SMA Negeri 1 Polewali menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi. Menurutnya, pendidikan politik sejak dini menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk memahami kehidupan demokrasi secara utuh.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat memperluas wawasan siswa tentang demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga  Bukber Penuh Makna, Insan Pers dan Polres Polman Rajut Sinergi di Bulan Suci Ramadan 1447.H

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Polewali Mandar menegaskan bahwa pemilih pemula merupakan kelompok strategis yang akan menentukan kualitas demokrasi Indonesia pada masa mendatang.

“Generasi muda harus memahami tahapan pemilu, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak politik uang, serta menjadi pelopor dalam melawan hoaks dan disinformasi menjelang Pemilu 2029,” tegasnya.

Saat membuka kegiatan secara resmi, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar, Hj. Asliah Rahim, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pemilih yang tidak mudah dipengaruhi kepentingan sesaat serta mampu menjaga nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan Pancasila.

“Kami mengajak seluruh peserta menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Tolak politik uang, tangkal hoaks, jaga persatuan bangsa, serta junjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Asliah Rahim.

Memasuki sesi materi, Anggota KPU Kabupaten Polewali Mandar Andi Rannu memaparkan secara komprehensif mengenai sistem kepemiluan di Indonesia, tahapan penyelenggaraan pemilu, hak dan kewajiban pemilih, hingga pentingnya partisipasi aktif pemilih pemula dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Menurutnya, setiap suara warga negara memiliki nilai yang sama dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

“Gunakan hak pilih secara cerdas, rasional, dan bertanggung jawab. Suara setiap warga negara memiliki arti penting dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia,” ungkapnya.

Pada sesi berikutnya, Usman Sanjaya mengulas pendidikan politik dari perspektif demokrasi Pancasila serta regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Ia menjelaskan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

Baca Juga  PANSUS DPRD Polman Sorot Tajam Validitas Data Jika Data Salah, Kebijakan Ikut Melenceng

Selain membahas aspek regulasi, Usman menekankan pentingnya membangun integritas, meningkatkan literasi digital, menangkal penyebaran hoaks, dan menumbuhkan budaya politik yang santun serta beretika di kalangan generasi muda.

“Pemilih pemula harus menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya dan jangan pernah tergoda praktik politik uang,” pesannya.

Suasana sosialisasi berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif mengikuti diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penyelenggaraan pemilu, hak konstitusional pemilih, hingga tantangan demokrasi di era digital.

Sebagai bentuk apresiasi, KPU Kabupaten Polewali Mandar menyerahkan hadiah dan piagam penghargaan kepada peserta yang aktif selama sesi diskusi. Kegiatan kemudian ditutup oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami mekanisme demokrasi dan proses pemilu, tetapi juga tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, serta bijak dalam menggunakan media sosial.

Lebih dari itu, sosialisasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara Kesbangpol Kabupaten Polewali Mandar, KPU Kabupaten Polewali Mandar, dan SMA Negeri 1 Polewali dalam membangun budaya demokrasi yang berkualitas, damai, tertib, dan kondusif di Kabupaten Polewali Mandar. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan