Bangun Basis Data Pertanahan yang Akurat, BPN Sulbar Gelar Sosialisasi NPGT di Majene
MAJENE, Sulbarpos.com – Upaya memperkuat tata kelola pertanahan yang akurat dan berbasis data terus didorong Badan Pertanahan Nasional (BPN). Salah satunya melalui penyusunan Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT) yang menjadi instrumen penting dalam memetakan kondisi pemanfaatan ruang dan lahan secara faktual di daerah.
Untuk memastikan proses tersebut berjalan optimal, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Sosialisasi Pengambilan Data Lapang Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT) Kecamatan WP3WT Tahun 2026 di Aula Rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Majene, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis sebelum pelaksanaan survei lapangan dilakukan. Selain menyampaikan rencana teknis pengumpulan data, sosialisasi tersebut juga bertujuan menghimpun dukungan informasi serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan yang memiliki peran penting dalam penyusunan NPGT.
Penyusunan Neraca Penatagunaan Tanah dinilai memiliki arti penting karena menjadi dasar dalam mengukur kesesuaian penggunaan tanah dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan ruang yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Sendana dan Kecamatan Pamboang, serta sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene yang terkait langsung dengan pengelolaan wilayah dan pemanfaatan lahan.
Dalam forum tersebut, peserta diajak untuk memberikan masukan sekaligus menyinergikan data yang dimiliki masing-masing instansi. Keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi faktor krusial agar proses pengambilan data lapangan dapat berjalan efektif dan menghasilkan informasi yang valid.
Kanwil BPN Sulbar menegaskan bahwa keberhasilan penyusunan NPGT tidak hanya bergantung pada aspek teknis survei, tetapi juga pada kualitas koordinasi antarinstansi.
Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi elemen penting dalam menghasilkan peta penggunaan tanah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara BPN, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait.
Dengan koordinasi yang baik, proses survei lapangan dan pengumpulan data dapat berlangsung lancar sehingga penyusunan Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT) Kecamatan WP3WT Tahun 2026 mampu menghasilkan basis data yang komprehensif untuk mendukung perencanaan pembangunan wilayah yang tertata, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT) merupakan instrumen yang digunakan untuk mengetahui keseimbangan antara penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah dengan rencana tata ruang yang berlaku.
Data NPGT menjadi salah satu referensi penting dalam pengambilan kebijakan pertanahan, pengendalian pemanfaatan ruang, serta penyusunan strategi pembangunan daerah yang lebih terara (*rls)
Editor: Basribas



