Mahasiswa KKN Kolaboratif STAIN Majene-UIN Sunan Ampel Paparkan Program Kerja di Rappang Barat

Saat Mahasiswa KKN Kolaboratif STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya setelah memaparkan program kerja berbasis potensi masyarakat Desa Rappang Barat, (Poto: Istimewa)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Angkatan VII STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya Tahun 2026 memperkuat kolaborasi dengan masyarakat Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar. Kolaborasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Program Kerja di Balai Kantor Desa Rappang Barat, Rabu (5/8/2026).

Seminar menjadi forum bagi mahasiswa untuk memaparkan sejumlah program kerja yang telah disusun berdasarkan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun kesepahaman antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat terkait pelaksanaan program selama masa pengabdian.

Seminar dihadiri Kepala Desa Rappang Barat bersama jajaran perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok masyarakat, serta mahasiswa peserta KKN.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kolaboratif, Sandi, menegaskan bahwa keberhasilan program kerja tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan pemerintah desa.

“KKN bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa melaksanakan program yang telah dirancang, tetapi bagaimana program tersebut mampu memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat menjadi hal yang sangat penting,” ujar Sandi.

Menurut Sandi, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat selama menjalankan proses pengabdian.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk membangun komunikasi secara terbuka dengan warga agar setiap program yang dirancang dapat diterima, mendapat dukungan, sekaligus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Rappang Barat.

“Kami hadir di sini bukan untuk menggurui masyarakat, tetapi untuk belajar bersama, bekerja bersama, dan memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Harapannya, program yang kami jalankan dapat memberikan manfaat, meskipun sederhana,” katanya.

Baca Juga  Kebebasan Pers Terinjak? Ketua Pena Sulbar Kecam Anggota DPRD Polman

Dalam penyusunan program kerja, mahasiswa KKN Kolaboratif menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Pendekatan tersebut menempatkan potensi dan aset yang telah dimiliki masyarakat sebagai dasar dalam merancang serta melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya melihat persoalan yang ada di tengah masyarakat, tetapi juga mengidentifikasi berbagai kekuatan, sumber daya, keterampilan, serta potensi lokal yang dapat dikembangkan secara bersama.

Seminar Program Kerja juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menerima arahan, kritik, dan masukan dari pemerintah desa maupun masyarakat. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan penyempurnaan sebelum program-program KKN dilaksanakan secara penuh.

Sandi berharap dukungan dan sinergi yang telah terbangun sejak awal penempatan mahasiswa KKN dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian program pengabdian berakhir.

“Kami sangat mengharapkan arahan, kritik, dan masukan dari masyarakat. Bagi kami, keberhasilan KKN bukan hanya ketika semua program terlaksana, tetapi ketika kehadiran kami dapat meninggalkan manfaat dan hubungan baik dengan masyarakat,” tuturnya.

Seminar berlangsung dalam suasana antusias dan interaktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen bersama antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan seluruh program kerja KKN Kolaboratif Angkatan VII STAIN Majene dan UIN Sunan Ampel Surabaya di Desa Rappang Barat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program selama masa KKN, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki Desa Rappang Barat. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan