POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 resmi ditutup Ketua DPRD Kabupaten Polewali Mandar, Fahry Fadly, Jumat malam (18/9/2026).
Penutupan Festival Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Polewali Mandar dengan dukungan Kementerian Perpustakaan Nasional tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, Ketua Pengadilan Negeri, Asisten Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Fahry Fadly mengapresiasi pelaksanaan Festival Literasi yang dinilainya menjadi ruang penting untuk membangun budaya membaca di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya mendorong masyarakat untuk membaca, tetapi juga membangun kebiasaan memahami dan mengolah informasi dari bahan bacaan.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Di Sulawesi Barat hanya tiga kabupaten yang melaksanakan festival literasi, yakni Polewali Mandar, Mamasa dan Mamuju,” ujar Fahry dalam sambutannya.
Ia menilai Festival Literasi memberikan manfaat bagi anak-anak di Kabupaten Polewali Mandar. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan serupa tidak berhenti setelah festival berakhir, tetapi dilanjutkan melalui program yang lebih terintegrasi di lingkungan pendidikan.
Fahry berharap Dinas Pendidikan dapat berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk membudayakan kegiatan membaca di kalangan pelajar.
Ia bahkan mendorong adanya waktu khusus di sekolah yang dapat digunakan peserta didik untuk membaca secara rutin.
“Kalau perlu ada mata pelajaran atau waktu khusus dalam satu minggu untuk membaca. Ini salah satu cara bagaimana guru memberikan motivasi kepada anak didik agar gemar membaca,” katanya.
Menurut Fahry, kebiasaan membaca perlu dibangun secara konsisten karena tantangan literasi saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Kemudahan masyarakat, termasuk anak-anak, dalam mengakses berbagai informasi melalui perangkat digital, kata dia, perlu diimbangi dengan kemampuan memahami, memilah dan menggunakan informasi secara tepat.
“Ini salah satu tantangan kita di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi yang sangat berpengaruh terhadap anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga menyebut Kabupaten Polewali Mandar sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Sulawesi Barat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat program literasi agar manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Fahry menegaskan DPRD Kabupaten Polewali Mandar akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan literasi maupun aktivitas komunitas yang memberikan manfaat positif bagi masyarakat.
“Atas nama DPRD Kabupaten Polewali Mandar, kami mengapresiasi kegiatan ini. Kami juga akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang positif dan kalau diperlukan kami siap berkontribusi,” tegasnya.
Ia berharap semangat yang muncul selama Festival Literasi dapat terus dipelihara setelah kegiatan resmi berakhir. Menurutnya, membangun budaya membaca bukan pekerjaan sesaat, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas dan masyarakat.
Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 pun ditutup dengan pesan agar gerakan literasi tidak berhenti di ruang festival, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan di lingkungan keluarga dan sekolah.
Dengan demikian, literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca, tetapi juga menjadi bekal bagi generasi muda untuk memahami informasi, berpikir kritis dan menghadapi perkembangan zaman secara lebih bijak. (*Mull)
Editor: Basribas




