Sulbarpos.com, JAKARTA – Ratusan peserta mengikuti Arbain Walk 2026 dengan menyusuri kawasan pusat ibu kota, Minggu, (2/8/2026), memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) Jakarta untuk menyampaikan pesan perdamaian, keadilan, serta semangat menjaga persatuan bangsa.
Barisan peserta memulai perjalanan dari Monumen Nasional (Monas), kemudian bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) sebelum kembali ke titik awal di Monas. Rute tersebut dipilih karena bertepatan dengan pelaksanaan CFD, sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu arus kendaraan bermotor.
Panitia memastikan seluruh tahapan administratif telah dipenuhi sebelum kegiatan digelar. Surat pemberitahuan telah disampaikan kepada Dinas Perhubungan Jakarta selaku penanggung jawab pelaksanaan CFD. Selain itu, panitia juga mengurus izin keramaian di Polda Metro Jaya serta melakukan koordinasi dengan Satintelkam Polres Metro Jakarta Pusat.
Sepanjang perjalanan, peserta membawa spanduk berisi pesan-pesan moral tentang perdamaian, keadilan, dan cinta tanah air. Kehadiran mereka mengubah ruas jalan protokol Jakarta menjadi ruang refleksi bersama di tengah aktivitas warga yang menikmati CFD.
Meski melintasi jalur utama ibu kota, kegiatan berlangsung tertib. Panitia lapangan terlihat sigap mengatur barisan peserta sehingga ketertiban umum tetap terjaga sepanjang rute.
Arbain Walk 2026 digagas oleh Cinta Kasih Fatimah Foundation sebagai bentuk refleksi atas perjuangan Sayyidina Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam peristiwa Karbala yang dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap kezaliman dan ketidakadilan.
Salah seorang pelaksana kegiatan mengatakan nilai-nilai yang diwariskan Sayyidina Husain bersifat universal dan tetap relevan hingga kini.
“Nilai perjuangan Sayyidina Husain tidak terbatas oleh sekat agama, kebangsaan, tempat, maupun zaman. Keberanian beliau dalam menolak ketidakadilan adalah inspirasi universal yang sangat relevan dengan nilai-nilai kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Menurut panitia, semangat tersebut sejalan dengan sejarah bangsa Indonesia yang lahir dari perjuangan panjang melawan penjajahan. Melalui Arbain Walk, peserta diajak memaknai kemerdekaan sebagai amanah yang harus dijaga dengan keberanian membela kebenaran dan nilai-nilai kemanusiaan.
Di tengah jumlah peserta yang mencapai ratusan orang, suasana kegiatan berlangsung khidmat. Tidak terlihat euforia berlebihan. Sebaliknya, yang terasa adalah semangat kebersamaan dari berbagai kalangan, mulai dari santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang berjalan berdampingan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama di kawasan Monas. Para peserta memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberi keselamatan, kedamaian, dan kemajuan.
Bagi para peserta, Arbain Walk bukan sekadar perjalanan menyusuri jalan protokol ibu kota. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa membangun bangsa membutuhkan keberanian, keadilan, dan semangat kemanusiaan yang terus dijaga bersama.




