Grand Final Polman Dangdut Competition (PDC) IV berlangsung meriah di Stadion Sport Center Polewali

PDC IV Polewali Mandar berlangsung meriah di Sport Center Polewali. Empat finalis muda tampil memperebutkan gelar terbaik (Poto : Istimewa)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Setiap panggung bukan sekadar tempat untuk tampil, tetapi ruang untuk mengasah keberanian, mengembangkan bakat, dan membuka jalan menuju prestasi. Semangat itulah yang mewarnai Grand Final Polman Dangdut Competition (PDC) IV yang berlangsung meriah di panggung Dangdut Competition, Stadion Sport Center Polewali, Selasa malam (11/8/2026).

Ratusan masyarakat tampak antusias menyaksikan penampilan empat kontestan muda berbakat yang berhasil melaju ke babak grand final. Mereka yakni Fadil, Sofyan, Dinasti dan Reskika, yang masing-masing berasal dari Kecamatan Tapango, Mapilli dan Tubbi Taramanu (Tutar).

Keempat finalis tampil maksimal untuk memperebutkan posisi terbaik dalam kompetisi dangdut yang menjadi salah satu ruang bagi generasi muda Polewali Mandar dalam menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang seni.

Tidak hanya kemampuan vokal yang menjadi perhatian, penampilan para finalis juga semakin menarik ketika mereka mengenakan busana daerah Nusantara. Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia melalui panggung seni dan hiburan.

Grand Final PDC IV turut disaksikan Wakil Bupati Polewali Mandar, Hj. Andi Nursami Masdar, bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja sehingga pelaksanaan PDC IV dapat berlangsung sukses dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia atas pelaksanaan Dangdut Competition IV Polewali Mandar. Saya berharap peserta yang mengikuti kompetisi, termasuk yang belum masuk final, jangan berkecil hati. Terus asah kemampuan dan berlatih untuk mengikuti kompetisi pada tahun-tahun mendatang,” ujar Andi Nursami.

Menurutnya, sebuah kompetisi tidak semata-mata tentang menang atau kalah. Setiap proses yang dilalui peserta merupakan pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri.

Baca Juga  IJS Polman Klarifikasi RDP LPG 3 Kg Di DPRD, Menyoroti Dugaan Peralihan Pangkalan Dan Kuota Serta Keluhan Warga Takatidung.

Wakil Bupati juga berharap PDC dapat terus digelar secara berkelanjutan dan dikembangkan menjadi wadah pembinaan talenta muda. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda berbakat yang dapat tumbuh dan kelak membawa nama baik Polewali Mandar di tingkat regional maupun nasional.

“Jadikan setiap panggung sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik,” pesannya.

Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada empat finalis yang dinilai telah menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai putra-putri seniman daerah. Dukungan tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi para peserta untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi.

Selain menjadi panggung pengembangan bakat seni, PDC IV turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sebanyak 40 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak Juli 2026.

Kehadiran puluhan UMKM tersebut ikut menghidupkan kawasan Sport Center Polewali. Aktivitas perdagangan selama kegiatan berlangsung turut menciptakan perputaran ekonomi dengan omzet yang mencapai ratusan juta rupiah.

PDC IV akhirnya tidak hanya menjadi ajang pencarian bakat dangdut, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, hiburan dan ekonomi masyarakat. Panggung kompetisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda dapat memberi dampak lebih luas bagi masyarakat Polewali Mandar (*rls)

Editor: Basribas

Iklan