Calon Pemimpin Masa Depan Digembleng di DPRD Polman, Pesannya: Jangan Kejar Jabatan, Jadilah Solusi

30 siswa dari berbagai sekolah di Sulawesi Barat mengikuti Sekolah Politik dan Parliament Tour DPRD Polman untuk mengenal demokrasi, fungsi DPRD, kepemimpinan, dan proses pengambilan kebijakan. (Poto : Istimewa)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Sebanyak 30 pelajar dari sejumlah sekolah di Sulawesi Barat mendapat kesempatan mengenal lebih dekat dunia politik, demokrasi dan kerja parlemen melalui kegiatan Sekolah Politik dan Parliament Tour DPRD Polewali Mandar (Polman) yang digelar Yayasan Creative Student Home di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Polman, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi politik bagi generasi muda untuk memahami secara langsung bagaimana lembaga legislatif menjalankan tugas dan kewenangannya, mulai dari fungsi representasi, legislasi hingga pengawasan.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, para peserta juga berdialog langsung dengan sejumlah anggota DPRD Polman. Ketua DPRD Polman, Fahri Fadly, hadir sebagai narasumber sekaligus fasilitator dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah legislator turut memberikan materi dan berbagi pengalaman kepada para siswa. Mereka di antaranya Wakil Ketua II DPRD Polman Amiruddin, Ketua Badan Kehormatan M Ilham, Ketua Komisi I Rahmadi, Ketua Komisi IV Agus Pranoto, serta sejumlah anggota DPRD Polman lainnya.

Para peserta berasal dari berbagai sekolah di Sulawesi Barat, di antaranya SMAN 1 Wonomulyo, SMPN 1 Mamuju, MTs Assadiyah dan MAN 1 Polewali.

Ketua Panitia Sekolah Politik dan Parliament Tour Polman 2026 sekaligus Ketua Umum Nasional Duta Aksi Sosial Indonesia, Nur Haidah Putri, mengatakan program tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar agar memiliki pemahaman politik yang lebih baik sejak dini.

Menurutnya, pendidikan politik menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang beredar melalui media sosial. Pelajar, kata dia, perlu memiliki kemampuan untuk memahami informasi politik secara kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.

“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman politik bagi siswa. Seperti yang kita ketahui, pemahaman politik saat ini betul-betul terguncang, terutama di media sosial. Dengan kegiatan ini, ke depan mereka diharapkan tidak salah langkah lagi dengan pemahaman terkait politik,” ujar Nur Haidah.

Baca Juga  Anggota DPRD Kabupaten Polewali Mandar di dampingi Kadis Kelautan dan Perikanan Serahkan Bantuan Mesin Katinting

Ia menjelaskan, pemahaman tentang demokrasi, fungsi DPRD, proses legislasi dan mekanisme kerja parlemen merupakan bekal penting bagi generasi muda. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membentuk pola pikir kritis sekaligus mendorong pelajar mengambil peran positif di tengah masyarakat.

“Bekal tersebut penting diberikan sejak bangku sekolah, terutama bagi mereka yang suatu saat ingin terjun ke dunia politik maupun mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Nur Haidah mengungkapkan, kegiatan tersebut semula ditargetkan diikuti 40 peserta. Namun, karena sejumlah peserta berhalangan hadir, jumlah siswa yang mengikuti Parliament Tour di DPRD Polman sebanyak 30 orang.

Program Sekolah Politik yang digagas Yayasan Creative Student Home tersebut juga tidak hanya dilaksanakan di Sulawesi Barat. Kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di sejumlah daerah lain, di antaranya Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta dan Maluku.

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Polman, M Ilham, mengajak para peserta tidak sekadar memahami politik secara teori, tetapi juga mulai membangun kapasitas diri melalui organisasi dan berbagai kegiatan sosial.

Menurut Ilham, pengalaman berorganisasi dapat menjadi salah satu ruang untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, mengambil keputusan, membangun komunikasi serta belajar bertanggung jawab.

Ia bahkan mengingatkan para siswa bahwa peluang menjadi pemimpin daerah maupun anggota legislatif pada masa mendatang terbuka bagi siapa saja, sepanjang dipersiapkan sejak dini.

“Anda ini calon pemimpin. Siapa yang mau bertaruh bahwa Anda tidak ada kemungkinan menjadi bupati dan legislator ke depan. Bayangkan kalau Anda tidak mempersiapkan diri, Anda akan menjadi pemimpin yang bego,” kata Ilham di hadapan peserta.

Meski demikian, Ilham menegaskan bahwa kepemimpinan tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya mengejar jabatan dan kekuasaan. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan, pengetahuan, integritas dan keberanian mengambil keputusan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga  Banggar DPRD Polman Bongkar Rapuhnya APBD 2025: Belanja Pegawai 41,76 Persen, Utang Tembus Rp67 Miliar

“Jangan jadikan politik sebagai jalan meraih jabatan, tapi jadikan politik sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan masyarakat dengan bijaksana dengan mengambil keputusan yang baik,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para peserta bahwa jabatan memiliki batas waktu. Sebaliknya, kebijakan dan keputusan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dapat meninggalkan rekam jejak yang lebih panjang.

“Jabatan dan kedudukan akan berakhir, tapi keputusan yang baik akan terus dikenang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat ketika kegiatan memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, pandangan serta kegelisahan mereka mengenai politik, demokrasi, fungsi DPRD dan dinamika kehidupan parlemen.

Berbagai pertanyaan tersebut kemudian dijawab langsung oleh para legislator yang hadir. Interaksi dua arah itu membuat kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga menjadi forum dialog antara generasi muda dengan wakil rakyat.

Melalui Parliament Tour tersebut, para siswa memperoleh gambaran langsung mengenai aktivitas lembaga legislatif serta proses kerja DPRD dalam menjalankan fungsi representasi, legislasi dan pengawasan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi politik generasi muda agar pelajar tidak hanya menjadi pemilih ketika memasuki usia pemilu, tetapi juga memahami hak, kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Sebagai Ketua Umum Nasional Duta Aksi Sosial Indonesia, Nur Haidah Putri menempatkan pendidikan politik sebagai salah satu bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda. Menurutnya, pemuda perlu diberikan ruang untuk belajar, berdiskusi dan menyampaikan gagasan secara terbuka agar mampu menghadapi perkembangan sosial dan politik yang semakin dinamis.

Sekolah Politik dan Parliament Tour DPRD Polman diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kunjungan semata. Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah, organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga  Gelora DOB Balanipa Menguat! Bupati Polman H. Samsul Mahmud Pimpin Konsolidasi Rakyat di Kongres Bersejarah

Dengan bekal literasi politik, kemampuan berpikir kritis dan pengalaman berorganisasi, para pelajar diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memahami politik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat serta siap mengambil peran dalam pembangunan daerah dan bangsa. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan