Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Potensi kelapa di Desa Tandasura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, mulai didorong menjadi produk bernilai ekonomi melalui pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) lintas fakultas Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Pelatihan tersebut menyasar warga, khususnya ibu-ibu Desa Tandasura, dengan mengangkat tema pemanfaatan kelapa menjadi VCO sebagai peluang usaha. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup teknik produksi, tetapi juga strategi pemasaran hingga perlindungan hak atas produk lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendanaan DIPA Unsulbar melalui skema PKM-Desa Binaan yang telah berlangsung sejak Mei 2026 hingga saat ini.

Ketua Tim PKM Unsulbar, Jumriani, M.Pd., yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Unsulbar, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat agar potensi kelapa yang tersedia di desa dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Menurutnya, pengolahan kelapa menjadi VCO diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi masyarakat.

“Harapannya, produk ini bisa dipasarkan sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus menjadi produk unggulan yang mempromosikan desa,” ujar Jumriani.Kamis (17/9/2026)

Dalam pelatihan tersebut, Jumriani membawakan materi mengenai pembuatan dan pengolahan VCO. Tim PKM juga menghadirkan Ahmad Taufiq Nurhasan, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Manajemen, serta Ahmad Mansur AM, S.E., MSA., dosen Program Studi Akuntansi.

Keduanya memberikan pembekalan kepada peserta terkait strategi pemasaran dan pengelolaan produk agar hasil olahan kelapa tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha masyarakat.

Sementara itu, aspek legalitas dan perlindungan produk lokal disampaikan Hasan, S.H., M.H., dosen Program Studi Hukum Unsulbar. Materi tersebut menjadi bagian penting agar masyarakat memahami aspek hukum yang berkaitan dengan pengembangan dan perlindungan produk unggulan desa.

Baca Juga  Banggar DPRD Polman Soroti Besarnya Belanja Operasional, Dorong Pemkab Tingkatkan Belanja Modal

Pelaksanaan kegiatan melibatkan langsung ibu-ibu Desa Tandasura sebagai peserta utama pelatihan pembuatan VCO. Para pemuda desa juga dilibatkan untuk membantu proses pengembangan dan strategi pemasaran produk yang dihasilkan.

Kepala Desa Tandasura, Zulfikar Yunus, mengatakan wilayahnya memiliki potensi perkebunan kelapa yang cukup besar. Namun, selama ini sebagian potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal menjadi produk olahan bernilai tambah.

“Desa Tandasura memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal,” kata Zulfikar.

Ia berharap program PKM Unsulbar dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengolah kelapa menjadi produk bernilai tinggi, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh keluarga di desa.

“Kami berharap kelapa yang melimpah di desa ini dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, sehingga tidak hanya meningkatkan perekonomian keluarga, tetapi juga mengangkat nama Desa Tandasura melalui produk unggulan khas daerah,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, ibu-ibu dan pemuda, pengembangan VCO di Desa Tandasura diharapkan dapat berlanjut dari sekadar pelatihan menjadi usaha produktif yang mampu menciptakan nilai tambah bagi potensi kelapa lokal. (*Mull)

Editor: Basribas

Iklan