Shared Berita

Sulbarpos.com, Mamasa — Sejumlah anggota DPRD Mamasa sorot Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamasa Tahun 2024 yang dinilai belum terbit dan dianggap lamban menentukan titik lokasi pembangunan Pasar, RSUD dan Jalan Inpres sebagaimana janji Presiden, Joko Widodo, Senin (24/6/2024).

Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Juan Gayang Pongtiku saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa sudah beberapa bulan lalu APBD disahkan oleh DPRD tapi hingga pertengahan Tahun 2024 DPA juga tak kunjung terbit.

“Ini mengundang pertanyaan, ada apa dengan APBD Kabupaten Mamasa, mengapa PJ Bupati bersama jajarannya belum menerbitkan DPA?,” tutur Juan ke sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin (24/6/2024).

Juan meminta, Pemda lebih serius terhadap kondisi APBD di Tahun 2024, tidak perlu banyak kunjungan kesana-kesini kalau realisasinya nol sebab mana mungkin dapat terealisasi kalau DPA tidak terbit, bicara soal kebijakan pro rakyat kuncinya di APBD.

Wakil Ketua DPRD juga mengungkapkan, mengenai janji Presiden RI, Joko Widodo soal Pembangunan Jalan Daerah melalui Inpres (Intruksi Presiden) serta lokasi pembangunan Pasar di Kota Mamasa dan Pembangunan RSUD saat kunjungan beberapa bulan lalu, yang ditakutkan jangan sampai batal masuk apalagi Pemda Mamasa belum menetapkan lokasi pembangunan sementara masa jabatan presiden sebentar lagi berakhir.

Sedangkan Ketua I DPRD Mamasa, David Bambalayuk juga mengungkapkan bahwa sangat disayangkan kinerja PJ Bupati Mamasa yang tidak bisa tuntaskan DPA Pergeseran, bagaimana APBD mau jalan kalau begini caranya.

“Saya sudah sampaikan ke beliau untuk menuntaskan APBD dulu, supaya kegiatan OPD dan semua program APBD bisa berjalan untuk pelayanan masyarakat, ” ungkap David via whatsapp.

Baca Juga  Hari Lingkungan Hidup, PJ Bahtiar Serahkan Penghargaan dan Bantuan Bibit

Lanjut David, tugas utama PJ itu melanjutkan pemerintahan yang lama dan tidak berpolitik praktis serta fokus mempersiapkan dan memfasilitasi Pilkada untuk melahirkan pemimpin yang defenitif di Kabupaten Mamasa.

David menjelaskan, soal pasar dan rumah sakit juga terkendala pada pembebasan lahan, karena PJ Bupati Mamasa plim-plan dan tidak punya ketegasan dalam pembelian lahan.

David Bambalayuk mengatakan, intinya kan pak presiden menanyakan kesiapan lahan, dan saya kira harusnya mencari lahan yang murah dan strategis, bukan karena ada nilai tawar atau keuntungan pribadi dalam pembebasan lahan, apalagi APBD Mamasa dalam keadaan kurang stabil.

“Sangat jelas dengan cara kerja Pj yang hanya melakukan pencitraan seperti bagi-bagi sembako sumbangan presiden dan lain-lain, bukan dari sumbangan pribadinya,” katanya.

Sementata David menerangkan, pernyataan Ketua Komisi 2 DPR RI kemarin, kalau ada PJ ASN yang coba-coba berpolitik praktis maka dapat di evaluasi setiap saat dan dapat diganti karena dapat menimbulkan konflik horisontal di masyarakat.

Menanggapi pendapat diatas Pj Bupati Mamasa, Muh. Zain menjelaskan. Hampir tiap hari pihaknya bertemu dengan Juan dan David dari kemarin, tadi malam, tadi pagi dan pihaknya menjelaskan itu.

“Untuk menerbitkan rinciannya itu Masing-masing OPD, jadi bedakan itu DPA dan APBD pak, kalau APBD inikan sudah berjalan kan mereka sendiri yang tandatangan, nah itulah yang dibayarkan gaji bos, ” tutur Pj Bupati Mamasa via whatsapp, senin (24/6/2024).

Lanjut Zain, soal pembangunan jalan Inpres pada malam kedatangan Presiden, Jokowi aplikasinya sudah diakses dan telah diupload masuk, kemudian adalagi dari PUPR yakni Jalan Poros Tabone-Nosu itu juga sudah mau jalan, lalu soal lokasi pembangunan RSUD, saat mau ambil Minake orang ribut, mau ambil di Lambanan orang ribut , nanti kalau ndak ada tanah tinggal di RSUD Kondosapata’ saja kan masih ada tanah di sana.

Baca Juga  Agar Tidak Jadi Benalu, Muhammadiyah Miliki Kekuatan Kemandirian

Lalu perintah Presiden kata Pj Bupati, untuk mengusulkan anak-anak yang Dokter Specialis termasuk mahasiswa juga telah usulkan semua, yakni 80 orang melalui Dinas Kesehatan. Lalu soal pembangunan RSUD juga telah turun tim PUPR 20 orang lengkap ahlinya dan telah ditemui.

Bupati juga menerangkan, soal pembangunan pasar poinnya telah ada setelah tim turun tinggal menunggu hasil negosiasi dengan pemilik lahan, kan perintah Pak Jokowi jelas bahwa cari disekitar pasar sebelumnya jangan jauh-jauh dari situ. Ia menyampaikan, Pak David dan Pak Juan itu adalah kawan kayak kakak dan adik.

 

(Sulbarpos/Arb)

Iklan

Open chat
Hello 👋
ada yang bisa kami bantu ??