Shared Berita

Sulbarpos.com , Mamuju — Aktivis Perempuan (R) FPPI Pimkot Mamuju Provinsi Sulawesi Barat angkat bicara terkait sgaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Sekuriti di SD Muhammadiyah beberapa hari lalu.

Menurut Nurul selaku kader Perempuan R, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh oknum sekuriti kepada calon anak didik yang akan menjadi penerus bangsa kedepan.

“Sangat tidak pantas oknum sekuriti melakukan hal tersebut kepada anak didik kita”, tegas Nurul kepada media ini Sabtu (17/6/2023).

Lanjut Nurul, sekuriti itu seharusnya menjaga keamanan siswa – siswi yang ada disekolah tersebut dan bukannya melakukan hal yang tidak senonoh kepada siswa-siswi dengan mengajak nonton video porno, serta gambar-gambar yang tidak senonoh. Apalagi tindakan dugaan pelecehan seksual itu dilakukan di area sekolah.

“Harusnya sekuriti memberi contoh yang baik dan ini sangat disesalkan adanya kejadian tersebut,” katanya.

Nurul pun menegaskan agar Aparat Penegak Hukum (APH) oknum Security yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada anak didik kita harus diberikan sanksi tegas.

“Kami meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan tersebut,” tegasnya.

Adapun kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Mamuju, aktivis Perempuan R mengaku siap mengawal kasus ini hingga tuntas.

Ia pun berharap pada seluruh elemen mahasiswa untuk bersama-sama melawan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oknum sekuriti tersebut.

“Ini tidak boleh dibiarkan, harus diusut tuntas. Saya mengecam keras perbuatan amoral tersebut, dan meminta semua pihak untuk melakukan pengawalan serius terkait hal ini,” pungkasnya.

 

(Sulbarpos/Wahid)

Baca Juga  Setahun Prof. Zudan menjabat, Digitalisasi Tata Kelola Pemprov Sulbar Meningkat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open chat
Hello 👋
ada yang bisa kami bantu ??