Sulbarpos.com, MAMUJU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas jurnalisme di daerah melalui Capacity Building Wartawan 2026. Mengusung tema “Transformasi Jurnalisme Ekonomi Digital: Akurat, Adaptif, dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas insan pers di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Pelatihan yang berlangsung di Matos Hotel and Convention, Mamuju, diikuti sekitar 60 wartawan dari berbagai media di Sulbar.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali jurnalis dengan pemahaman yang lebih kuat mengenai isu-isu ekonomi sekaligus tantangan pemberitaan di era digital.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulbar, Erdi Fiat Gumilang, mengatakan transformasi digital telah mengubah lanskap industri media secara signifikan.
Menurutnya, derasnya arus informasi menuntut media mampu menjaga keseimbangan antara kecepatan menyajikan berita dengan kualitas dan akurasi informasi.
“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara otoritas dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan isu-isu ekonomi yang tidak hanya akurat dan mudah dipahami, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengambilan keputusan publik,” kata Erdi saat membuka kegiatan. Rabu, (29/7/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas wartawan menjadi langkah penting agar pemberitaan ekonomi tidak hanya cepat dipublikasikan, tetapi juga memiliki kredibilitas, kedalaman analisis, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi yang benar.
Selain memperkuat pemahaman terhadap dinamika ekonomi, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan wartawan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik.
Erdi menilai, kolaborasi antara Bank Indonesia dan media massa menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem informasi ekonomi yang sehat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan berbagai kebijakan dan informasi ekonomi dari BI dapat diterima masyarakat secara objektif, edukatif, dan mudah dipahami.
“Sinergi ini penting agar setiap kebijakan dan informasi ekonomi dari BI dapat tersampaikan kepada masyarakat secara tepat, objektif, dan edukatif,” pungkasnya. (*)




