Imigrasi Polewali Mandar Sasar Pelajar MAN 1 Majene, Kenalkan Layanan Paspor hingga Sekolah Kedinasan
MAJENE, Sulbarpos.com – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar terus memperluas edukasi keimigrasian kepada generasi muda melalui program Immigration Goes to School. Kali ini, kegiatan tersebut menyambangi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majene, Kabupaten Majene, Kamis (8/10/2026), untuk meningkatkan pemahaman pelajar tentang aturan keimigrasian, pelayanan paspor, hingga peluang melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan.
Program ini menjadi salah satu upaya Imigrasi Polewali Mandar dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Melalui kegiatan tersebut, siswa dibekali pengetahuan mengenai fungsi keimigrasian, pentingnya kepatuhan terhadap peraturan, serta pemanfaatan layanan resmi pemerintah.
Kepala MAN 1 Majene, Yusbar, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap materi yang diterima para siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Immigration Goes to School ini. Semoga para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan informasi yang diperoleh dapat disampaikan kembali kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Yusbar.
Menurutnya, pemahaman mengenai keimigrasian menjadi bekal penting bagi pelajar di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya mobilitas masyarakat antarnegara. Pengetahuan tersebut juga dapat membantu generasi muda memahami prosedur resmi ketika ingin melanjutkan pendidikan, bekerja, atau melakukan perjalanan ke luar negeri.
Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Polewali Mandar, Hendra Saputra, menegaskan bahwa edukasi keimigrasian perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memahami peran imigrasi secara lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa urusan keimigrasian tidak hanya soal paspor, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara dan perlindungan masyarakat. Generasi muda harus tahu bahwa layanan keimigrasian kini semakin mudah diakses, cepat, dan berbasis teknologi,” kata Hendra.
Dalam pemaparan materi, tim Imigrasi Polewali Mandar memperkenalkan berbagai jenis layanan keimigrasian, termasuk pelayanan penerbitan paspor serta fasilitas pelayanan yang terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat.
Para siswa juga memperoleh penjelasan tentang pentingnya menjaga dokumen perjalanan dan mematuhi ketentuan yang berlaku sebelum melakukan perjalanan internasional. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelajar yang kelak ingin mengikuti pertukaran pelajar, berwisata, menempuh pendidikan, maupun menjalankan aktivitas lain di luar negeri.
Selain membahas pelayanan keimigrasian, tim juga memperkenalkan peluang pendidikan melalui Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Pengenalan tersebut membuka kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih jauh pendidikan kedinasan, proses penerimaan taruna, kehidupan selama masa pendidikan, serta peluang karier di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Siswa dan guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan seputar pembuatan paspor, persyaratan perjalanan ke luar negeri, aturan keimigrasian, hingga jalur pendidikan kedinasan.
Melalui dialog langsung ini, Imigrasi Polewali Mandar berupaya memastikan informasi yang diterima pelajar dapat dipahami dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pencegahan terhadap penyebaran informasi keliru dan praktik pelayanan keimigrasian yang tidak resmi.
Program Immigration Goes to School juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara institusi pemerintah dan dunia pendidikan. Dengan memberikan pemahaman sejak bangku sekolah, para pelajar diharapkan mampu menjadi generasi yang sadar hukum, cermat dalam menerima informasi, serta memahami prosedur resmi ketika membutuhkan layanan keimigrasian.
Kantor Imigrasi Polewali Mandar diharapkan terus memperluas jangkauan edukasi keimigrasian ke sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat. Kehadiran petugas secara langsung menjadi langkah penting untuk mendekatkan informasi pelayanan sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap fungsi dan tanggung jawab keimigrasian.
Melalui semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada siswa MAN 1 Majene, tetapi juga mendorong mereka menjadi penyampai informasi yang benar di tengah masyarakat serta lebih siap memanfaatkan peluang pendidikan dan mobilitas internasional secara aman, legal, dan bertanggung jawab. (*Mull)
Editor: Basribas



