Shared Berita

Sulbarpos.com , Polewali –– Persatuan Perawat Nasional Indnesia (PPNI) Provinsi Sulawesi Barat Menggelar Jambore Perawat “2 yang melibatkan 6 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (24/6/2023).

Kegiatan jambore Perawat “2 yang menghadirkan 6 DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan 7 Profesi Perawat di Sulawesi Barat yang diikuti sekitar 1200 peserta.

Hadir dalam acara Kepala Dinas pendidikan A.Masri Masdar sekaligus mewakili Bupati Kabupaten Polewali Mandar di acara pembukaan Jambore Perawat “2, ketua KNPI, Kepala Puskesmas sekabupaten Polewali, Dewan Pertimbangan PPNI Polman, Ketua IDI, Ketua PDGI, OKP CIPAYUNG, Kepala BNI Polman dan serta Organisasi Profesi Kabupaten Polewali Mandar.

Ketua Panitia Jambore Perawat ke-2 Usman mengatakan, kegiatan kali ini dilaksanakan oleh PPNI Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari jambore ke-1 yang sebelumnya dilaksanakan di kabuaten majene pada bulan maret 2022. Pembukaan jambore perawat ke-2 ini digelar di Spot Center kabupaten polewali mandar bertemakan ” Mengokohkan Persatuan Membangun Kebersamaan’’.

Adapun pesertanya terdiri dari 6 DPD PPNI  yang ada di Provinsi Sulawesi barat berjumlah kurang lebih 1200 peserta, dan 7 institusi profesi kesehatan Sulawesi barat.

“Ikon dari jamboree Perawat yang berlangsung ini ada 3 Kolegium, HIPGABI (Himpunan Perawat Gawat dan Bencana  Indonesi), HIPMI (Himpunan Perawat Manajerial Indonesia) dan inWOKNA Stoma dan luka yang nantinya mengisi beberapa rangkaian acara, dan akan ikut dalam perlombaan, badminton, lomba larikarung, lomba lari bawa kelereng  dan hiburan lainnya”, kata usman di Sport Center Kab.Polewali Mandar, Sabtu (24/6/2023).

Ketua DPW PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Harman dalam sambutannya, menghaturkan terima kasih atas kerja keras panitia penyelenggara hingga acara pembukaan Jambore Perawat Ke-2 dapat terselenggara dengan baik, rasa terimah kasi tak terhingga kepada 6 DPD PPNI se-sulawesi barat yang menjadi  peserta dalam kegiatan ini dan 7 institusi kesehatan lainnya.

Baca Juga  Bantuan Keluarga Resiko Stunting (KRS) Telah Disalurkan

Lebih lanjut Harman mengatakan, ada beberapa rangkaian acara jamboree perawat ke-2 dilaksanakan antara laian, baru saja dilaksanakan penandatanganan komitmen Polman serum Stunting yang beberapa waktu lalu juga laksanakan deklarasi dan penandatanganan  komitmen serum stunting di mamuju provinsi Sulawesi barat.

“Kami berharap, kedepan tidak adalagi stunting baru yang muncul di kabupaten polewali mandar dan di provinsi sulawesi barat  sebab hari ini kita berada diposisi teratas di angka 35%, kemudian di dunia kita berada di urutan ke 3, sementara  di Asia tenggara kita berada diposisi nomor 1. dan Skala Nasional Sulawesi barat ini berada diperingkat teratas yakni nomor 1 angka stunting nya diseluruh Indonesia”, ungkap Harman.

‘’Baru-baru ini kami ikut evaluasi terkait dengan stunting, kami dari lembaga Organisasi Profesi menyampaiakan bahwa proplem hari ini terkait stunting tidak akan dapat teratasi tanpa melibatkan semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri ’’, sambung Harman.

Ia juga mengatakan, target PPNI setelah deklarasi dan penandatanganan komitmen serum stunting dan akan membentuk relawan  internal maupun eksternal, baik dari mahasiswa, organisasi pemuda, masyarakat dan organisasi sekolah.

“Kami akan  libatkan, dan tujuan dari kegiatan jamboree perawat ke-2 ini lebih kepada ajang silaturahim sesama perawat se-sulawesi barat serta menjalin kebersamaan sesama profesi sesuai dengan tema  kali ini ‘’Mengokohkan Persatuan Membangun Kebersamaan’’ tutup Harman.

(Sulbarpos/Basribas)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan

Open chat
Hello 👋
ada yang bisa kami bantu ??