Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Polewali Mandar tampil di luar pakem. Alih-alih diwarnai aksi unjuk rasa, serikat buruh justru menghadirkan solusi konkret melalui pasar murah yang langsung diserbu warga sejak pagi, Jumat (1/5/2026).

Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulawesi Barat cabang Polewali Mandar secara sadar mengalihkan rencana aksi demonstrasi menjadi kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pilihan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi ekonomi warga yang masih menghadapi tekanan.

Ketua Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI), Abdul Malik, menegaskan perubahan konsep tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh elemen buruh.

“Awalnya kami menyiapkan aksi unjuk rasa, bahkan opsi dialog. Namun melihat kondisi masyarakat, kami sepakat menghadirkan pasar murah agar manfaatnya bisa langsung dirasakan,” ujarnya di sela kegiatan.

Keputusan tersebut terbukti efektif. Sejak pagi, kawasan Pasar Pekkabata dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Beras, minyak goreng, gula pasir hingga hasil perikanan dijual di bawah harga pasar, menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

Salah satu komoditas yang paling diminati adalah beras kemasan 5 kilogram yang dijual seharga Rp55.000, lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp60.000. Selisih harga ini memberi ruang bagi warga untuk menekan pengeluaran rumah tangga.

Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. KSBSI menggandeng berbagai pihak, mulai dari unsur TNI-Polri hingga instansi pemerintah daerah. Sejumlah dinas turut ambil bagian, di antaranya Dinas Tanaman Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Tenaga Kerja, BPJS Ketenagakerjaan, serta Perum Bulog yang memasok sembako sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga  Oknum Guru ASN Terseret Dugaan Pelecehan, Publik Bertanya: Seaman Apa Sekolah Rakyat bagi Anak?

Dari sisi pengamanan, aparat kepolisian dan TNI memastikan kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Kehadiran Kapolres Polewali Mandar, AKBP Anjar Purwoko, bersama unsur Forkopimda lainnya menjadi simbol dukungan terhadap gerakan buruh yang lebih humanis.

Sekretaris Daerah Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas langkah adaptif yang diambil serikat buruh. Ia menilai pendekatan ini menjadi warna baru dalam peringatan May Day.

“Ini langkah positif. Ketika di banyak daerah diwarnai aksi demonstrasi, di Polewali Mandar justru lahir gerakan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, pasar murah ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi contoh konkret sinergi antara buruh, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjawab kebutuhan sosial ekonomi secara nyata.

Momentum May Day tahun ini sekaligus menjadi refleksi baru bagi gerakan buruh di daerah. Buruh tidak lagi semata identik dengan aksi jalanan, melainkan mulai menunjukkan peran sebagai bagian dari solusi sosial yang konstruktif.

Melalui langkah ini, buruh di Polewali Mandar berhasil menggeser stigma lama, sekaligus memperkuat kepercayaan publik bahwa solidaritas tidak hanya disuarakan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat. (*Mull)

Editor: Basribas

Iklan