POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Di saat banyak daerah melakukan pengetatan anggaran, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar justru menunjukkan komitmen kuat dalam pelayanan publik. Pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2026 berjalan lancar dengan fasilitas tetap optimal, tanpa kompromi terhadap kualitas layanan.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) memastikan pelayanan maksimal bagi Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2026, meskipun berada dalam situasi efisiensi anggaran. Mulai dari proses keberangkatan hingga penyediaan armada transportasi menuju Asrama Haji Sudiang Makassar, seluruh tahapan dilaporkan berjalan tanpa hambatan berarti.
Kelancaran ini terlihat dari suksesnya pemberangkatan CJH yang tergabung dalam kloter 11 dan kloter 19. Fasilitas yang diberikan, termasuk bus pengantar dan layanan pendukung lainnya, tetap terjaga kualitasnya.
Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahri Fadly, memberikan apresiasi atas langkah pemerintah daerah yang dinilai tetap konsisten menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi para tamu Allah.
Menurutnya, pelayanan terhadap jemaah haji merupakan aspek fundamental yang tidak boleh terdampak oleh kebijakan efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa kualitas layanan harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
“Pemkab Polman menunjukkan komitmen luar biasa. Di tengah efisiensi anggaran, tidak ada pengurangan fasilitas bagi jemaah calon haji. Ini bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Fahri.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan meraih predikat haji mabrur.
Lebih lanjut, Fahri menitipkan pesan penting kepada seluruh petugas pendamping, baik dari unsur tenaga kesehatan maupun petugas pemerintah, agar tetap mengedepankan pelayanan maksimal selama jemaah berada di Arab Saudi.
Ia mengingatkan agar tidak ada jemaah, terutama yang berusia lanjut, yang terabaikan dalam proses pelaksanaan ibadah. “Pendamping harus sigap dan responsif. Pastikan seluruh jemaah mendapatkan perhatian yang layak dan ibadah berjalan tertib serta lancar,” tegasnya.
Keberhasilan pemberangkatan CJH Polman pada kloter 11 dan kloter 19 menjadi indikator kuat bahwa kehadiran pemerintah daerah tidak sekadar administratif, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan langsung kepada masyarakat.
Di tengah keterbatasan anggaran, komitmen menjaga kualitas layanan justru menjadi bukti konkret bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Langkah Pemkab Polewali Mandar ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran dan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji yang menyangkut kenyamanan dan keselamatan jemaah. (*Mull)
Editor: Basribas




