Percepat Digitalisasi Bansos, Pemkab Polman Gelar Bimtek Penggunaan Portal Perlinsos
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus mempercepat transformasi digital dalam penyelenggaraan perlindungan sosial. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Pendamping Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) guna memperkuat implementasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai instrumen pendataan dan penyaluran bantuan yang lebih akurat serta tepat sasaran.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa (21/7/2026), diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar bekerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Bank Indonesia, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Polewali Mandar.
Bimtek tersebut difasilitasi oleh Tim Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah bersama Kementerian Sosial RI dan Bank Indonesia dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Sosial, Disdukcapil, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSP) Kabupaten Polewali Mandar.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur yang terlibat langsung dalam pelayanan sosial di masyarakat, meliputi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Penyuluh Sosial, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), kader Posyandu, hingga perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.
Pelaksanaan Bimtek ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam mendukung percepatan digitalisasi layanan bantuan sosial melalui pemanfaatan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Platform tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data penerima manfaat sehingga proses penyaluran bantuan menjadi lebih efektif, transparan, akurat, dan tepat sasaran.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, Ansyari Bahrum, S.STP, mengatakan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan transformasi digital di bidang perlindungan sosial.
“Melalui penguatan kapasitas, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak, digitalisasi bansos hadir untuk mendukung pengelolaan data yang semakin akurat dan mutakhir,” ujarnya.
Menurutnya, tersedianya data yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.
“Dengan tersedianya data yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam menghadirkan perlindungan sosial yang lebih baik,” lanjut Ansyari.
Ia menegaskan, setiap proses yang diperkuat melalui digitalisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta para pendamping sosial di lapangan, implementasi Portal Perlinsos diharapkan mampu mempercepat terwujudnya tata kelola bantuan sosial yang modern, terintegrasi, dan berbasis data sehingga manfaat program perlindungan sosial dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan. (*rls)
Editor: Basribas



