Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Proses suksesi kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Polewali Mandar memasuki tahap krusial. Sebanyak empat bakal calon ketua dipastikan akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2026 di Mamuju, di bawah kendali langsung Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Ketua DPW PKB Sulawesi Barat, K.H. Muhammad Syibli Sahabuddin, menegaskan bahwa hasil Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar 22 April lalu di Mamuju belum menetapkan calon definitif, melainkan baru sebatas pemetaan kandidat oleh tim yang ditunjuk DPP.

“Empat nama yang muncul itu bukan calon final, tetapi bakal calon hasil pemetaan. Mereka selanjutnya wajib mengikuti UKK yang dilaksanakan langsung oleh DPP,” ujar Zyibli.

Adapun empat bakal calon Ketua DPC PKB Polewali Mandar tersebut yakni H. Amiruddin (incumbent sekaligus Wakil Ketua DPRD Polman), Nurdin Tahir (anggota DPRD dan Ketua Fraksi PKB), Jumiati Mahmud (anggota DPRD Provinsi Sulbar), serta Dr. Sarja.

Menurut Zyibli, keempatnya telah menandatangani surat kesediaan mengikuti UKK, sehingga secara administratif telah memenuhi syarat sebagai kandidat. Proses UKK nantinya akan dipimpin oleh tim DPP yang terdiri dari Abduh—anggota Komisi III DPR RI sekaligus pengurus DPP—dan Riz Wahyu Tribowo, Wakil Sekjen DPP PKB yang juga menjabat Ketua Wilayah PKB Sulawesi Tengah.

“Semua kandidat punya peluang yang sama. Penilaian tidak hanya berbasis kapasitas saat ini, tetapi juga rekam jejak mereka selama menjadi kader PKB,” tegasnya. Selasa (5/5/2026)

Zyibli juga menekankan bahwa kewenangan penuh penentuan Ketua DPC kini berada di tangan DPP. DPW, kata dia, tidak lagi memiliki otoritas dalam proses penetapan.

Baca Juga  Kopi Kurrak Asal Polman Saingi Citarasa Kopi Nasional

“DPP yang menentukan. Mereka punya indikator penilaian, termasuk raport kader yang dilihat dari perjalanan dan kontribusi masing-masing,” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap momentum ini mampu memperkuat soliditas dan inovasi kader PKB di Polewali Mandar. Target ke depan, kata dia, tidak hanya mempertahankan capaian lima kursi DPRD, tetapi juga meningkatkan posisi menjadi pimpinan DPRD, bahkan menembus kursi DPR RI.

Sementara itu, H. Amiruddin sebagai petahana menilai kemunculan empat kandidat merupakan representasi kader terbaik hasil pemetaan DPP.

“Ini menunjukkan bahwa semua kandidat dianggap mampu membesarkan PKB. Tinggal bagaimana penilaian DPP melalui UKK nanti,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar partai ke depan, terutama dalam menghadapi agenda politik 2029. Menurutnya, DPP telah menginstruksikan penguatan struktur dan percepatan konsolidasi sebagai langkah strategis.

“Persiapan harus dimulai dari sekarang. Struktur harus 100 persen siap untuk menghadapi dinamika politik ke depan,” kata Amiruddin.

Senada, Sekretaris DPC PKB Polewali Mandar, Sahabuddin, menekankan pentingnya penguatan struktur dan manajemen partai hingga ke tingkat akar rumput.

“Partai akan besar jika strukturnya matang. Kunci kemenangan ada pada soliditas organisasi, mulai dari DPC hingga DPAC dan DPRt,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan konsolidasi yang kuat, PKB di Polewali Mandar tidak hanya mampu menjadi pemenang pemilu legislatif, tetapi juga berpeluang merebut kursi Ketua DPRD hingga mengirim wakil ke DPR RI.

Dengan seluruh tahapan kini berada di tangan DPP, perhatian publik politik lokal tertuju pada hasil UKK yang akan menjadi penentu arah kepemimpinan PKB Polman ke depan. (*Mull)

Editor: Basribas

Iklan