Polres Polman Gagalkan Dugaan Penyerangan Antarkelompok, 36 Pemuda Diamankan

Petugas menemukan beberapa orang membawa senjata tajam berupa parang dan badik. Polisi kemudian mengamankan seluruh kelompok tersebut untuk mencegah terjadinya bentrokan yang berpotensi mengganggu keamanan (Poto : Humas Polres Polman)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Aparat gabungan dari Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim, Sat Intelkam Polres Polewali Mandar, bersama personel Polsek Wonomulyo berhasil menggagalkan dugaan aksi penyerangan antarkelompok pemuda di wilayah Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu malam (23/5/2026).

Langkah cepat aparat dilakukan setelah petugas menerima informasi sekitar pukul 22.50 WITA terkait adanya rencana penyerangan yang diduga melibatkan sekelompok pemuda asal Kecamatan Campalagian terhadap kelompok pemuda di wilayah Wonomulyo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel gabungan yang dipimpin Kanit I Intelkam IPDA Irhan bersama sejumlah anggota lainnya langsung bergerak melakukan patroli dan penyelidikan di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi berkumpulnya kelompok pemuda tersebut.

Patroli difokuskan di kawasan Alun-Alun Mapilli, Lingkungan Lampa, Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli. Sekitar pukul 23.20 WITA, aparat menemukan sekelompok anak muda yang diduga hendak melakukan aksi penyerangan.

Saat dilakukan pemeriksaan badan dan penggeledahan, petugas menemukan beberapa orang membawa senjata tajam berupa parang dan badik. Polisi kemudian segera mengamankan seluruh kelompok tersebut untuk mencegah terjadinya bentrokan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Seluruh pemuda yang diamankan selanjutnya dibawa ke Polsek Wonomulyo guna menjalani pendataan dan pemeriksaan awal. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sebanyak 36 orang. Dari jumlah itu, tiga orang diketahui membawa senjata tajam, sementara seorang lainnya dimintai keterangan sebagai saksi.

Selain itu, aparat juga menyita sejumlah barang bukti berupa 29 unit telepon genggam, 12 unit sepeda motor, dua bilah parang, empat bilah badik, serta sejumlah barang lainnya yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar, AKP Budi Adi, S.H., S.Sos., M.H., mengatakan langkah cepat aparat dilakukan sebagai upaya preventif untuk menghindari terjadinya bentrokan antarkelompok yang dapat membahayakan masyarakat.

Baca Juga  Misteri di Balik Gantung Diri Gadis 19 Tahun Asal Binuang

“Personel bergerak cepat setelah menerima informasi adanya potensi gangguan kamtibmas. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi penyerangan dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.

“Kami berharap para orang tua dapat lebih memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak-anaknya agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum maupun merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Saat ini, tiga orang yang kedapatan membawa senjata tajam bersama seorang saksi telah dibawa ke Mapolres Polewali Mandar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara puluhan pemuda lainnya masih menjalani proses pendataan dan pembinaan di Polsek Wonomulyo.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi konflik antarkelompok pemuda yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Polewali Mandar.

Polres Polman menegaskan akan terus meningkatkan patroli serta langkah preventif guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif.

Sumber : Humas Polres Polman

Editor: Basribas

Iklan