Shared Berita

MAJENE, Sulbarpos.com – Pengelolaan dan pemanfaatan tanah di Kecamatan WP3WT, Kabupaten Majene, mulai dipetakan secara lebih komprehensif melalui penyusunan Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT) Tahun 2026. Hasil kajian tersebut kini memasuki tahap akhir melalui ekspose yang digelar Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (1/9/2026).

Ekspose tersebut menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana kondisi penggunaan dan pemanfaatan tanah di wilayah Kecamatan WP3WT telah berjalan selaras dengan arah pembangunan dan rencana tata ruang.

Dalam kegiatan itu, Kanwil BPN Sulbar memaparkan hasil pengolahan serta integrasi sejumlah data penatagunaan tanah. Data tersebut mencakup kondisi penggunaan tanah, pemanfaatan tanah, kesesuaian penggunaan tanah dengan rencana tata ruang hingga analisis mengenai ketersediaan tanah.

“Ekspose ini merupakan bagian dari tahapan akhir penyusunan Neraca Penatagunaan Tanah Tahun 2026 untuk memastikan seluruh data yang telah dihimpun dan dianalisis dapat memberikan gambaran kondisi wilayah secara menyeluruh,” demikian poin yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ekspose turut dihadiri jajaran Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Barat dan Kantor Pertanahan Kabupaten Majene. Sejumlah perangkat daerah terkait, baik tingkat provinsi maupun kabupaten, juga hadir untuk memberikan masukan terhadap hasil penyusunan NPGT.

Selain itu, Direktorat Penatagunaan Tanah serta Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII Makassar mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

Penyusunan NPGT tidak hanya menjadi bagian dari proses administrasi pertanahan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam melihat kondisi aktual penggunaan tanah di suatu wilayah.

Melalui data yang terintegrasi, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kesesuaian pemanfaatan tanah dengan rencana tata ruang sekaligus mengidentifikasi potensi ketersediaan tanah yang dapat mendukung kebutuhan pembangunan.

Baca Juga  ALARM Sulbar Desak APH Periksa Proyek KNMP Majene Senilai Rp20 Miliar

“Informasi penatagunaan tanah diharapkan dapat menjadi bahan pendukung dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dengan kondisi, potensi, serta kebutuhan wilayah,” demikian tujuan yang ditekankan dalam penyusunan NPGT tersebut.

Dengan berakhirnya tahapan ekspose, hasil NPGT Kecamatan WP3WT diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih terukur dan komprehensif bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan penataan wilayah, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan serta pemanfaatan tanah. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan