Guru Inspiratif Jadi Kunci Peradaban, Pemkab Polman Titip Pesan Bijak Digitalisasi di Penamatan As’adiyah Wonomulyo

Staf Ahli Bupati Polewali Mandar, Dr. Aco Musaddad HM, Ia membacakan sambutan tertulis Bupati yang menekankan pentingnya peran pendidikan Islam dalam mencetak generasi unggul di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. (Poto : Istimewa)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar menegaskan pentingnya kehadiran guru inspiratif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, religius, dan mampu bersaing di era digital. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penamatan Peserta Didik MI, MTs, SMPIT, dan PTQ As’adiyah Wonomulyo Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung khidmat di Gedung Rotan Polis Wonomulyo, Sabtu (23/5/2026).

Dalam kegiatan itu, Staf Ahli Bupati Polewali Mandar, Dr. Aco Musaddad HM, hadir mewakili Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud. Ia membacakan sambutan tertulis Bupati yang menekankan pentingnya peran pendidikan Islam dalam mencetak generasi unggul di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan keluarga besar As’adiyah Wonomulyo atas dedikasi mereka dalam membina dan mencerdaskan generasi muda di Bumi Tipalayo.

Dalam sambutan tersebut, Bupati menilai dunia pendidikan saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian kurikulum semata. Menurutnya, peserta didik membutuhkan sosok guru yang mampu menjadi inspirasi, teladan, sekaligus pembimbing moral bagi anak-anak di tengah tantangan era digital.

“Guru Kurikulum memastikan seluruh materi dalam silabus tersampaikan dengan baik di atas kertas. Namun, dunia hari ini membutuhkan lebih dari sekadar transfer teks. Kita membutuhkan Guru Inspiratif yang tidak hanya menyentuh akal, tetapi juga menyentuh hati. Guru Kurikulum mengisi ruang kelas, tetapi Guru Inspiratif mengubah masa depan,” ujar Dr. Aco Musaddad HM saat membacakan sambutan Bupati.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam tradisi pendidikan Islam, seorang guru memiliki empat dimensi penting, yakni sebagai Mudarris atau fasilitator pembelajaran, Ustadz sebagai kompas moral, Muallim sebagai penyampai ilmu, serta Muaddib sebagai penanam adab.

Keempat peran tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat karakter generasi muda Polewali Mandar agar tetap berakhlak di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan informasi.

Baca Juga  Wakapolres Polman Hadiri Pelantikan Sekda Definitif dan 79 Pejabat Pemkab

Selain memberikan apresiasi kepada para pendidik, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga menitipkan empat pesan strategis kepada para wisudawan dan wisudawati agar mampu menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan identitas dan nilai moral.

Pesan pertama yang ditekankan yakni pentingnya menjadikan digitalisasi sebagai alat untuk berkembang, bukan sebaliknya menjadi pihak yang dikendalikan teknologi.

“Jadikan digitalisasi sebagai alat, bukan majikan. Kuasai teknologi untuk kreativitas dan produktivitas, bukan dikontrol oleh gawai,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Para lulusan juga diingatkan agar bijak dalam menggunakan media sosial dengan menerapkan prinsip “Saring Sebelum Sharing” guna menghindari penyebaran informasi bohong atau hoaks di ruang digital.

Selain itu, generasi muda diajak untuk tetap menjaga adab dan kesantunan dalam bermedia sosial sebagai cerminan masyarakat Polewali Mandar yang religius dan berbudaya.

Pemerintah daerah turut menekankan pentingnya semangat continuous learning atau belajar tanpa henti, termasuk menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai bekal moral dan spiritual dalam menghadapi masa depan.

Sebagai penutup, kutipan Imam Al-Ghazali turut disampaikan untuk membakar semangat para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

“Menuntut ilmu adalah takwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Dan mencari ilmu adalah jihad.”

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada lembaga pendidikan Islam As’adiyah Wonomulyo.

Kontribusi keluarga besar As’adiyah dinilai memiliki peran nyata dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan nilai keagamaan.

Di akhir kegiatan, pesan mengenai bijak memanfaatkan teknologi kembali menjadi perhatian utama. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap generasi muda tidak larut dalam ketergantungan terhadap gawai, tetapi mampu memanfaatkan kemajuan digital untuk belajar, berkarya, dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Fahry Fadly Soroti Kawasan Kumuh Pesisir Polman, DPRD Minta Perkimtanhub Tak Fokus pada RTLH Saja

Dengan penguasaan teknologi yang dibarengi adab dan karakter, para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi yang siap bersaing, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan budaya Mandar. (*rls)

Editor: Basribas

Iklan