Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Sebanyak 2.048 peserta dari berbagai daerah di Indonesia memadati Sport Center Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dalam Mandar Domino Tournament 2026 yang digelar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI), Sabtu (8/8/2026).

Jumlah tersebut terdiri atas 1.024 pasangan dan jauh melampaui target awal panitia yang hanya mematok 500 peserta. Tingginya antusiasme masyarakat membuat penyelenggara menyiapkan ruang tambahan melalui kelas eksekutif yang digelar di luar agenda resmi Mandar Domino Tournament 2026 Series.

Kelas eksekutif tersebut tidak menjadi bagian dari pertandingan utama Series. Peserta yang telah gugur dalam pertandingan utama juga tidak diperbolehkan kembali mendaftar untuk mengikuti kompetisi yang sama, sesuai ketentuan PB PORDI.

Mandar Domino Tournament 2026 resmi dibuka Ketua PB PORDI, Andi Jamarro Dulung, di Sport Center Polewali Mandar. Pembukaan turut dihadiri Ketua PB PORDI Sulawesi Barat Andi Ibrahim Masdar, Kapolres Polewali Mandar mewakili Kapolda Sulawesi Barat, perwakilan Dandim 1402 Polewali, serta jajaran Forkopimda.

Ribuan peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Sulawesi Barat. Sejumlah peserta datang dari berbagai provinsi, mulai dari Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Jawa hingga Jawa Timur.

Keberagaman peserta juga terlihat dari keterlibatan perempuan dan peserta lintas usia. Salah seorang peserta perempuan datang dari Sulawesi Selatan, sementara peserta berusia sekitar 70 tahun turut ambil bagian dalam kompetisi.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa domino mulai berkembang melampaui permainan yang selama ini identik dengan aktivitas masyarakat. Domino kini diarahkan menjadi olahraga yang memiliki komunitas luas, aturan pertandingan serta ruang kompetisi lintas generasi dan daerah.

Ketua PB PORDI Andi Jamarro Dulung mengaku terkesan melihat besarnya antusiasme masyarakat Sulawesi Barat. Menurutnya, kemeriahan Mandar Domino Tournament 2026 bahkan melampaui ekspektasi setelah PORDI sebelumnya menggelar Series 1 di Surabaya dan Series 2 di Velodrome Jakarta.

Baca Juga  Kadis Pendidikan Polman: Literasi Tak Sekadar Membaca, Anak Harus Mampu Menyaring Informasi

“Ini luar biasa. Saya bangga sekali hadir di acara yang begitu spektakuler,” ujar Andi Jamarro, Sabtu (8/8/2026).

Ia menilai tingginya jumlah peserta di Sulawesi Barat menjadi bukti bahwa olahraga domino memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara nasional.

Andi Jamarro menyebut PORDI saat ini telah berkembang di 31 provinsi, sementara kepengurusan di 21 provinsi telah dilantik. Perkembangan tersebut, kata dia, harus diikuti dengan pengelolaan organisasi dan kompetisi yang semakin profesional.

“Permainan ini harus kita kelola secara profesional. Karena ketika kita tidak profesional, maka kebesaran ini tidak ada artinya,” tegasnya.

Menurut Andi Jamarro, besarnya partisipasi peserta juga menunjukkan bahwa olahraga domino memiliki masa depan yang cukup besar. Karena itu, PB PORDI tengah mendorong pengembangan kategori pertandingan yang lebih beragam.

Kategori tersebut di antaranya kelas remaja, dewasa, senior, perempuan, campuran dan kategori lainnya. Dengan semakin banyaknya kategori pertandingan, jumlah medali yang diperebutkan dalam kejuaraan nasional juga diharapkan meningkat.

“Bukan saja delapan medali, tapi bisa 16 medali di tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua PB PORDI Sulawesi Barat Andi Ibrahim Masdar mengatakan, Mandar Domino Tournament 2026 menjadi momentum penting dalam pengembangan olahraga domino di Sulawesi Barat.

Ia menyebut masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Polewali Mandar, memiliki antusiasme tinggi terhadap permainan domino. Hampir setiap kegiatan sosial masyarakat, kata dia, kerap diwarnai permainan tersebut.

Potensi itu kemudian didorong agar berkembang menjadi aktivitas olahraga yang positif, terorganisasi dan memiliki aturan pertandingan yang jelas.

“Selama ini setiap ada permainan domino itu selalu ramai. Alhamdulillah, Pak Andi membuka peluang ini untuk menjadikan satu sarana olahraga yang positif,” kata Andi Ibrahim.

Baca Juga  Ny. Hj. Titiek Rokhma Husain Terpilih Pimpin DWP Polewali Mandar 2025–2030

Ia menegaskan PORDI Sulawesi Barat tidak ingin domino hanya dipandang sebagai permainan masyarakat. Lebih dari itu, domino diharapkan mampu menjadi cabang olahraga yang dapat melahirkan atlet dan prestasi.

Untuk mewujudkan target tersebut, PORDI Sulawesi Barat berencana menggelar kejuaraan daerah secara berkelanjutan di sejumlah kabupaten. Para jawara dari masing-masing daerah nantinya akan dipertemukan dalam kompetisi tingkat provinsi.

“Insya Allah kita akan putar terus. Terakhir nanti pada Desember, kita akan pertemukan semua jawara yang ada di kabupaten-kabupaten,” ujarnya.

Andi Ibrahim kembali menjelaskan bahwa jumlah peserta utama Mandar Domino Tournament 2026 mencapai 1.024 pasangan atau 2.048 orang. Jumlah tersebut telah melampaui target awal panitia.

“Untuk hari ini 1.024 pasang, kali dua, jadi 2.048 orang. Over sedikit, tapi ini sebenarnya sudah kita stop,” ungkapnya.

Menurut dia, kelas eksekutif yang dibuka penyelenggara merupakan ruang tambahan bagi masyarakat yang masih ingin mengikuti pertandingan setelah kuota utama terpenuhi. Agenda tersebut berdiri sendiri dan tidak mengubah ketentuan pertandingan utama Series.

Dengan demikian, peserta yang telah tersingkir dari pertandingan utama tidak dapat menggunakan kelas eksekutif sebagai jalan untuk kembali mengikuti kompetisi Series yang sama.

Tingginya jumlah peserta Mandar Domino Tournament 2026 menjadi gambaran kuat mengenai besarnya basis penggemar olahraga domino di Sulawesi Barat.

Di arena pertandingan, peserta dari berbagai daerah dan kelompok usia duduk berdampingan dalam suasana kompetitif sekaligus penuh keakraban. Peserta muda, senior hingga perempuan melebur dalam satu arena dengan semangat yang sama.

Bagi PORDI Sulawesi Barat, antusiasme tersebut menjadi modal penting untuk membangun olahraga domino secara lebih profesional dan terarah.

Mandar Domino Tournament 2026 akhirnya tidak hanya menjadi ajang perebutan kemenangan di meja pertandingan. Turnamen ini juga menjadi ruang silaturahmi lintas daerah dan generasi sekaligus menunjukkan bahwa dari Sulawesi Barat, olahraga domino memiliki potensi untuk tumbuh menjadi gerakan olahraga yang lebih besar di tingkat nasional. (*Mull)

Baca Juga  512 Mahasiswa KKN Kolaboratif Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif ikuti Pembekalan

Editor: Basribas

Iklan