POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Sport Center Polewali Mandar berubah menjadi lautan pecinta domino. Sebanyak 2.048 peserta atau 1.024 pasangan memadati arena Turnamen Nasional Mandar Domino Series 3 yang digelar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI).
Jumlah peserta tersebut jauh melampaui target awal yang hanya dipatok sekitar 500 peserta. Antusiasme masyarakat bahkan membuat panitia membuka kelas eksekutif bagi peserta yang sebelumnya tidak sempat mendaftar maupun mereka yang telah tersingkir tetapi masih ingin kembali bertanding.
Turnamen nasional tersebut resmi dibuka Ketua PB PORDI, Andi Jamarro Dulung, di Sport Center Polewali Mandar. Pembukaan turut dihadiri Ketua PB PORDI Sulawesi Barat Andi Ibrahim Masdar, Kapolres Polewali Mandar mewakili Kapolda Sulawesi Barat, perwakilan Dandim 1402 Polewali, serta jajaran Forkopimda.
Tak sekadar menghadirkan ribuan pemain, Mandar Domino Series 3 juga menjadi panggung pertemuan para pecinta olahraga domino dari berbagai daerah. Peserta datang dari sejumlah provinsi di Indonesia, termasuk Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Jawa hingga Jawa Timur.
Kehadiran peserta perempuan juga menjadi warna tersendiri. Salah seorang peserta bahkan datang dari Sulawesi Selatan. Tidak kalah menarik, peserta dengan usia sekitar 70 tahun turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa domino tidak lagi sekadar permainan yang dimainkan di lingkungan masyarakat, tetapi mulai berkembang menjadi olahraga yang memiliki basis komunitas luas dan lintas generasi.
Ketua PB PORDI Andi Jamarro Dulung mengaku terkesan dengan besarnya antusiasme masyarakat Sulawesi Barat.
Menurutnya, kemeriahan Mandar Domino Series 3 bahkan melampaui ekspektasi setelah sebelumnya PORDI menggelar Series 1 di Surabaya dan Series 2 di Velodrome Jakarta.
“Ini luar biasa. Saya bangga sekali hadir di acara yang begitu spektakuler,” ujar Andi Jamarro. Sabtu (8/8/2026)
Ia menyebut besarnya turnamen di Sulawesi Barat menjadi contoh bahwa olahraga domino memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara nasional.
Andi Jamarro menegaskan, PORDI kini telah berkembang di 31 provinsi, sementara kepengurusan di 21 provinsi telah dilantik.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran PORDI menjadikan perkembangan tersebut sebagai momentum untuk membangun organisasi secara profesional dan berkelanjutan.
“Permainan ini harus kita kelola secara profesional. Karena ketika kita tidak profesional, maka kebesaran ini tidak ada artinya,” tegasnya.
Menurut dia, tingginya partisipasi peserta di Mandar Domino Series 3 juga menjadi bukti bahwa olahraga domino memiliki masa depan yang besar.
Ke depan, PB PORDI bahkan mendorong pengembangan kategori pertandingan yang lebih beragam, mulai dari kelas remaja, dewasa, senior, perempuan, campuran hingga kategori lainnya.
Dengan semakin banyaknya kategori pertandingan, PORDI menargetkan jumlah medali yang diperebutkan dalam kejuaraan nasional juga dapat bertambah.
“Bukan saja delapan medali, tapi bisa 16 medali di tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua PB PORDI Sulawesi Barat Andi Ibrahim Masdar mengatakan, Mandar Domino Series 3 menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga domino di Sulawesi Barat.
Ia menilai masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Polewali Mandar, memiliki antusiasme yang sangat tinggi terhadap permainan domino.
Menurutnya, hampir setiap kegiatan sosial masyarakat kerap diwarnai permainan domino. Kondisi tersebut kemudian menjadi alasan untuk mendorong domino agar berkembang menjadi aktivitas olahraga yang positif, terorganisasi dan memiliki aturan yang jelas.
“Selama ini setiap ada permainan domino itu selalu ramai. Alhamdulillah, Pak Andi membuka peluang ini untuk menjadikan satu sarana olahraga yang positif,” kata Andi Ibrahim.
Ia menegaskan, PORDI Sulawesi Barat tidak ingin domino hanya dipandang sebagai permainan masyarakat, tetapi harus mampu ditempatkan sebagai olahraga yang dapat melahirkan prestasi.
Karena itu, PORDI Sulawesi Barat berencana menggelar kejuaraan daerah secara berkelanjutan hingga mempertemukan para jawara domino dari berbagai kabupaten.
“Insya Allah kita akan putar terus. Terakhir nanti pada Desember, kita akan pertemukan semua jawara yang ada di kabupaten-kabupaten,” ujarnya.
Andi Ibrahim mengungkapkan, jumlah peserta yang mengikuti Mandar Domino Series 3 mencapai 1.024 pasangan atau 2.048 orang.
Angka tersebut bahkan melampaui batas pendaftaran yang sebelumnya telah ditetapkan panitia.
Namun, karena antusiasme masyarakat masih tinggi, panitia memberikan ruang melalui kelas eksekutif.
“Untuk hari ini 1.024 pasang, kali dua, jadi 2.048 orang. Over sedikit, tapi ini sebenarnya sudah kita stop,” ungkapnya.
Kelas eksekutif tersebut dibuka untuk mengakomodasi masyarakat yang masih ingin bermain setelah pendaftaran utama ditutup, termasuk peserta yang telah kalah namun masih memiliki keinginan untuk kembali bertanding bersama rekannya.
Tingginya jumlah peserta tersebut menjadi gambaran kuat bahwa olahraga domino memiliki basis penggemar yang sangat besar di Sulawesi Barat.
Lebih dari sekadar kompetisi, Mandar Domino Series 3 memperlihatkan bagaimana olahraga mampu menjadi ruang silaturahmi lintas daerah, usia dan gender.
Ribuan peserta duduk berdampingan di meja pertandingan, membawa semangat kompetisi sekaligus persaudaraan.
Dari peserta muda hingga mereka yang telah berusia sekitar 70 tahun, dari laki-laki hingga perempuan, seluruhnya melebur dalam satu arena.
Bagi PORDI Sulawesi Barat, momentum tersebut menjadi energi baru untuk membangun olahraga domino agar semakin profesional dan mampu mengukir prestasi hingga tingkat nasional.
Mandar Domino Series 3 pun bukan sekadar turnamen. Ia menjadi pesan kuat bahwa dari Sulawesi Barat, olahraga domino mampu tumbuh menjadi gerakan besar yang menyatukan masyarakat lintas generasi dan daerah. (*Mull)
Editor: Basribas




