POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar resmi menghidupkan kembali Alun-Alun Kota Polewali sebagai ruang publik sekaligus kawasan yang diharapkan mampu menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, meresmikan Alun-Alun Kota Polewali di kawasan pusat Kota Polewali, Sabtu (8/8/2026). Peresmian tersebut menandai dimulainya kembali pemanfaatan salah satu ruang publik yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Polewali Mandar.
Bupati menyebut keberadaan alun-alun bukan semata soal pembangunan fisik. Menurutnya, ruang publik harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik sebagai tempat berinteraksi, berekreasi maupun membuka peluang ekonomi.
“Alhamdulillah, satu kesyukuran kehadirat Allah SWT. Di hari yang berkah ini, apalagi hari Jumat, tentu sebuah keberkahan Alun-Alun Kota Polewali bisa kembali beroperasi dan berfungsi dengan baik,” kata Samsul Mahmud.
Ia menegaskan, keberadaan alun-alun memiliki fungsi yang lebih luas. Kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan kepentingan masyarakat dari berbagai kelompok, mulai dari keluarga, komunitas hingga pelaku usaha.
“Tempat ini bukan hanya menjadi ruang interaksi dari sisi usaha UMKM, tetapi juga menjadi ruang rekreasi keluarga. Kalau kita lihat ke belakang, tempat ini menjadi ruang interaksi sosial dan budaya yang tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah kita, Kabupaten Polewali Mandar,” ujarnya.
Menurut Bupati, keberadaan ruang publik yang representatif dapat memperkuat kehidupan sosial masyarakat sekaligus menciptakan wajah perkotaan yang lebih hidup. Karena itu, pengelolaan kawasan tidak cukup berhenti pada seremoni peresmian, tetapi harus dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pemanfaatan secara berkelanjutan.
Peresmian tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Polewali mandar, Fadly Fahri, Sekretaris Daerah Polewali Mandar, Nursaid, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Polewali Mandar, Dr. Hj. Agusnia Hasan Sulur, jajaran pemerintah daerah serta sejumlah undangan.
Alun-Alun Kota Polewali memiliki peluang untuk berkembang menjadi ruang ekonomi baru bagi masyarakat. Aktivitas UMKM di kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi lokal apabila ditata secara baik, tertib dan berkelanjutan.
Kehadiran pedagang dan pelaku UMKM di ruang publik, di satu sisi, dapat membuka akses pasar baru. Namun di sisi lain, aktivitas ekonomi tersebut membutuhkan pengaturan agar tidak mengganggu fungsi utama alun-alun sebagai ruang publik.
Karena itu, penataan lokasi usaha, kebersihan, keamanan, kenyamanan pengunjung serta pengelolaan aktivitas perdagangan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan pemerintah daerah.
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Polewali Mandar memiliki peran strategis dalam mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya hadir sebagai pelengkap kawasan, tetapi mampu berkembang menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal.
Dengan pengelolaan yang tepat, alun-alun dapat menjadi titik temu antara rekreasi, aktivitas sosial, budaya dan ekonomi masyarakat.
Peresmian Alun-Alun Kota Polewali sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi pemerintah daerah. Keberhasilan ruang publik tidak semata-mata diukur dari ramainya pengunjung setelah diresmikan, tetapi dari kemampuan pemerintah menjaga kualitas kawasan dalam jangka panjang.
Kebersihan, penerangan, keamanan, fasilitas umum, pengaturan pedagang, parkir serta pemeliharaan sarana menjadi sejumlah aspek yang akan menentukan apakah alun-alun benar-benar menjadi ruang publik yang nyaman dan inklusif.
Pemerintah juga perlu memastikan agar peluang ekonomi yang muncul di kawasan tersebut dapat dinikmati secara proporsional oleh masyarakat lokal, khususnya pelaku UMKM.
Samsul Mahmud mengapresiasi jajaran dinas terkait yang telah bekerja dalam mendukung pengoperasian kembali kawasan tersebut.
“Saya mengapresiasi dinas terkait yang sudah luar biasa semangatnya,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang tersedia. Partisipasi warga dinilai penting agar ruang publik tersebut tidak hanya menjadi aset pemerintah, tetapi menjadi ruang bersama yang dirawat dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Jika dikelola secara konsisten, Alun-Alun Kota Polewali berpotensi menjadi salah satu ikon baru daerah sekaligus ruang yang memperkuat interaksi sosial dan menghidupkan ekonomi masyarakat.
Namun, pekerjaan pemerintah tidak berhenti pada peresmian. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah kawasan dibuka untuk publik: memastikan alun-alun tetap bersih, aman, tertib, inklusif dan memberikan manfaat ekonomi tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai ruang bersama.
Peresmian Alun-Alun Kota Polewali perlu dilihat bukan hanya sebagai agenda seremonial pemerintah daerah, tetapi sebagai momentum untuk menguji sejauh mana ruang publik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ruang publik yang baik bukan sekadar tempat yang indah dan ramai dikunjungi. Lebih dari itu, ruang publik harus mampu menciptakan interaksi sosial yang sehat, memberikan akses yang setara bagi masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi lokal, serta dikelola secara transparan dan berkelanjutan.
Karena itu, keberadaan Alun-Alun Kota Polewali akan semakin bernilai apabila pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara fungsi rekreasi, sosial, budaya dan ekonomi. Pelaku UMKM membutuhkan ruang usaha yang tertata, sementara masyarakat membutuhkan ruang publik yang nyaman dan tidak kehilangan fungsi utamanya.
Pada akhirnya, keberhasilan Alun-Alun Kota Polewali tidak hanya ditentukan oleh pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, ketertiban dan fasilitas yang telah disediakan.
Alun-alun telah diresmikan. Kini publik menunggu bagaimana ruang tersebut benar-benar dihidupkan dan dirawat sebagai milik bersama. (*rls)
Editor: Basribas




