Shared Berita

Sulbarpos.com, Mateng – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merupakan daerah potensial pengembangan sapi potong. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP), dalam hal ini Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terus mendorong peningkatan produksi dan kualitas sapi melalui program Inseminasi Buatan (IB), salah satunya bibit unggul sapi Wagyu yang dikenal memiliki daging premium.

Teknologi IB atau kawin suntik adalah suatu cara memasukkan semen beku atau sperma ternak jantan unggul, yang telah diproses terlebih dahulu ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut insemination gun.

Hasilnya, untuk pertama kalinya di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulbar, telah lahir sapi Wagyu dari hasil IB Straw atau semen beku sapi Wagyu pada sapi Angus, Senin, (3/6).

Nama Wagyu sendiri berasal dari Jepang dengan kata “Wa” berarti Negara Jepang, sementara kata “Gyu” dapat diartikan sebagai sapi. Maka, Wagyu bisa diartikan sebagai daging sapi yang berasal dari Jepang.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar mengungkapkan, sapi Wagyu pertama di Kabupaten Mateng tersebut merupakan hasil IB yang dilakukan oleh Inseminator Haslim di Desa Salopangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mateng, Sulbar.

“Lahir kemarin di Desa Salopangkang dari peternak Eko Wahyudi Pari Kesit,“ kata Nur Kadar, saat ditemui di Kantor Dinas TPHP Sulbar, Selasa, (4/6/2024).

Nur Kadar menyampaikan, sebelumnya sapi Wagyu juga berhasil dilahirkan di Kabupaten Polman sebanyak dua ekor. Dikatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan program IB dalam rangka meningkatkan populasi dan kualitas genetik ternak sapi yang ada di Sulbar.

Baca Juga  Ketua JOIN DPD Mamasa Minta Kapolda Beri Sanksi ke Oknum Polisi Yang Ajak Wartawan Adu Jotos Depan Umum

Sementara, Kepala Dinas TPHP Sulbar, Syamsul Ma’rif mengatakan, Straw atau semen beku sapi Wagyu merupakan bantuan yang diterima Dinas TPHP dari Kementerian Pertanian pada tahun 2023, dengan total 600 dosis dan telah terdistribusi sebanyak 378 dosis.

“Ini merupakan kabar bahagia, kita bersyukur atas kelahiran sapi jenis Wagyu di Sulbar, yang berarti bahwa jenis sapi unggul tersebut dapat dikembangkan di daerah ini, sekaligus pertanda bahwa kita mampu melaksanakan program prioritas dari pemerintah pusat,” kata Syamsul Ma’rif. (*)

(Sulbarpos.com/Adv)

Iklan

Open chat
Hello 👋
ada yang bisa kami bantu ??