BREAKING NEWS; Sekda Polman Apresiasi Serikat Buruh Gelar Pasar Murah, Pilih Aksi Nyata Ketimbang Demo
POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Momentum peringatan Hari Buruh Nasional di Kabupaten Polewali Mandar diwarnai langkah konstruktif. Serikat Buruh Nasional setempat memilih menggelar pasar murah di Pasar Sentral Pekkabata, sebuah inisiatif yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, Jumat (1/5/2026).
Sekretaris Daerah Polewali Mandar, Nursaid Mustafa, hadir membuka kegiatan tersebut didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Agusnis Hasan Sulur, serta Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, H. Ahmad Killang. Dalam sambutannya, Nursaid memberikan apresiasi atas pilihan gerakan buruh yang dinilai lebih solutif.
“Ini langkah positif. Di saat sebagian daerah diwarnai aksi unjuk rasa, Serikat Buruh Nasional di Polewali Mandar justru menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui pasar murah,” ujar Nursaid.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya membantu menekan beban ekonomi warga, tetapi juga menjadi contoh bahwa peringatan Hari Buruh dapat diisi dengan kegiatan produktif dan berdampak langsung.
Pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sehingga disambut antusias oleh warga yang memadati lokasi sejak pagi. Komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, hingga hasil perikanan dijual di bawah harga pasar.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari unsur Forkopimda. Kapolres Polewali Mandar, AKBP Anjar Purwoko, turut hadir bersama perwakilan Dandim 1402 Polewali, serta Ketua Serikat Buruh Provinsi Sulawesi Barat.
Ketua Serikat Buruh menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian buruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus upaya membangun citra gerakan buruh yang humanis dan berorientasi solusi.
“Kami ingin Hari Buruh tidak selalu identik dengan aksi turun ke jalan. Lewat pasar murah ini, kami ingin hadir langsung membantu masyarakat,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya pasar murah tersebut, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap sinergi antara buruh, pemerintah, dan aparat keamanan terus terjaga, sekaligus mendorong lahirnya kegiatan-kegiatan sosial lain yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (*rls)
Editor: Basribas



