Shared Berita

MAMASA, Sulbarpos.com — Kantor Imigrasi Polewali Mandar memperluas edukasi keimigrasian kepada generasi muda melalui program Immigration Goes to School di SMA Negeri 1 Mambi, Kabupaten Mamasa, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi jajaran Imigrasi Polewali Mandar untuk memperkenalkan tugas dan fungsi keimigrasian sekaligus memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai layanan paspor, aturan perjalanan internasional, hingga ketentuan keluar dan masuk wilayah Indonesia.

Kepala SMA Negeri 1 Mambi, Nasmawati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di sekitar mereka.

Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam membantu menyebarluaskan informasi yang benar, khususnya mengenai penggunaan layanan keimigrasian secara resmi dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Polewali Mandar, Hendra Saputra, menegaskan pentingnya memberikan pemahaman keimigrasian sejak usia sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa urusan keimigrasian tidak hanya soal paspor, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara dan perlindungan masyarakat. Generasi muda harus tahu bahwa layanan keimigrasian kini semakin mudah diakses, cepat, dan berbasis teknologi,” ujar Hendra.

Dalam kegiatan tersebut, Hendra juga memperkenalkan Podium Podcast Imigrasi untuk Masyarakat, sebuah inovasi yang dikembangkan sebagai bagian dari aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).

Inovasi itu dirancang sebagai media alternatif untuk menyampaikan berbagai informasi keimigrasian melalui format podcast yang dinilai lebih komunikatif dan mudah dijangkau masyarakat.

“Melalui Podium Podcast Imigrasi untuk Masyarakat, kami ingin menghadirkan informasi keimigrasian dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai informasi mengenai layanan keimigrasian, aturan, serta edukasi hukum keimigrasian dapat disampaikan melalui podcast sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi secara mudah, kapan dan di mana saja,” jelas Hendra.

Baca Juga  GMNI Mamasa Serukan Persatuan dan Akhiri Dualisme

Pada sesi pemaparan, tim Imigrasi Polewali Mandar menjelaskan sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Materi mencakup pelayanan paspor, visa dan izin tinggal, pengawasan serta penegakan hukum keimigrasian, hingga berbagai fasilitas pelayanan yang tersedia di Kantor Imigrasi Polewali Mandar.

Tidak hanya membahas layanan publik, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal lebih jauh peluang pendidikan dan karier di bidang keimigrasian.

Tim Imigrasi Polewali Mandar memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) sebagai salah satu pilihan pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Para pelajar dan guru aktif mengajukan pertanyaan, baik terkait prosedur layanan keimigrasian maupun peluang melanjutkan pendidikan melalui Poltekimipas.

Suasana kegiatan semakin interaktif dengan adanya kuis dan ice breaking yang diberikan tim Imigrasi Polewali Mandar. Metode tersebut membuat penyampaian materi lebih komunikatif sehingga informasi keimigrasian dapat diterima siswa dengan lebih mudah.

Kegiatan Immigration Goes to School sekaligus menjadi bagian dari upaya Kantor Imigrasi Polewali Mandar mendekatkan layanan dan informasi keimigrasian kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui edukasi tersebut, pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aturan keimigrasian, pentingnya menggunakan layanan resmi, serta peluang pendidikan dan karier di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI. (*rls}

Editor: Basribas

Iklan