POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial terkait kondisi Hasrianto (27), warga Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, yang membutuhkan perhatian serta akses pelayanan kesehatan.
Respons tersebut dilakukan melalui penjangkauan dan asesmen awal pada Senin, 14 September 2026. Dalam kegiatan itu, Dinsos Polman berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Lantora dan petugas Puskesmas Massenga untuk memastikan kondisi Hasrianto dan keluarganya secara langsung.
Hasrianto diketahui merupakan buruh harian lepas yang berdomisili di Jalan A. Tomming, Kelurahan Lantora. Berdasarkan hasil penjangkauan, ia mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paru-paru dan ambeien sejak sekitar empat tahun terakhir.
Hasrianto juga diketahui baru menjalani perawatan di rumah sakit dan diperbolehkan pulang sekitar dua hari sebelum dilakukan penjangkauan oleh petugas.
Sebelum kondisi kesehatannya memburuk, Hasrianto masih berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan bekerja sebagai buruh harian lepas ketika kondisi fisiknya memungkinkan.
Hasil asesmen awal juga menunjukkan bahwa keluarga Hasrianto berada dalam kondisi ekonomi kurang mampu. Ibunya, Kaisa (62), tercatat sebagai penerima aktif Program Keluarga Harapan (PKH).
Saat ini, Hasrianto bersama keluarganya tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan biaya sekitar Rp150 ribu per bulan. Keterbatasan ekonomi membuat kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pengobatan, selama ini banyak terbantu dari kepedulian tetangga di sekitar tempat tinggal mereka.
Menurut Kaisa, keluarga sebenarnya telah merencanakan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan bagi Hasrianto ke dokter praktik di Parepare. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan biaya.
“Kami sebenarnya sudah berencana membawa Hasrianto untuk pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di Parepare, tetapi terkendala biaya,” ujar Kaisa.
Keluarga berharap Hasrianto dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan pengobatan yang layak sehingga kondisi kesehatannya dapat membaik. Dengan demikian, ia diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Sebagai tindak lanjut, petugas medis dari Puskesmas Massenga dijadwalkan melakukan home care atau kunjungan pelayanan kesehatan ke rumah Hasrianto pada Selasa, 15 September 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan Hasrianto secara langsung sekaligus menentukan kebutuhan pelayanan kesehatan yang diperlukan selanjutnya.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar, Andi Sumarni, mengatakan penjangkauan dilakukan sebagai bentuk respons terhadap informasi yang berkembang di masyarakat.
“Penjangkauan ini dilakukan untuk memastikan langsung kondisi warga dan keluarganya, sekaligus mengetahui kebutuhan yang diperlukan agar penanganannya bisa dilakukan sesuai kondisi yang ada,” kata Andi Sumarni.
Ia menjelaskan, penanganan terhadap Hasrianto selanjutnya diharapkan dapat dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah kelurahan dan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Harapannya, setelah dilakukan asesmen dan kunjungan kesehatan, kebutuhan pelayanan Hasrianto dapat diketahui dengan lebih jelas dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kebutuhannya,” ujarnya.
Dinsos Polman bersama Pemerintah Kelurahan Lantora dan Puskesmas Massenga memastikan penjangkauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam merespons warga yang membutuhkan perhatian, khususnya mereka yang menghadapi persoalan sosial dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.
Pemerintah juga diharapkan dapat memastikan proses pendampingan terhadap Hasrianto berjalan secara berkelanjutan sehingga kebutuhan sosial maupun kesehatan yang dihadapinya dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi di lapangan. (*rls)
Editor: Basribas




