PMII Sulbar Apresiasi Kepemimpinan Baru Badan Gizi Nasional, Desak Evaluasi Total Program MBG

Ketua Umum PKC PMII Sulbar, Asrul Alqausar A, mengapresiasi kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional dan mendorong evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis demi meningkatkan keamanan pangan serta melindungi peserta didik. (Poto : Istimewa)
Shared Berita

POLEWALI MANDAR, Sulbarpos.com – Pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat perhatian serius dari kalangan mahasiswa. Ketua Umum PKC PMII Sulawesi Barat, Asrul Alqausar A, menilai momentum pergantian kepemimpinan tersebut harus menjadi titik balik untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama menyangkut aspek keamanan pangan dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Sorotan terhadap program unggulan pemerintah itu menguat setelah muncul sejumlah kasus keracunan makanan yang menimpa peserta didik di berbagai daerah. Kondisi tersebut dinilai menjadi alarm penting bahwa keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari luasnya jangkauan penerima manfaat, tetapi juga harus menjamin keamanan konsumsi bagi para siswa.

Asrul Alqausar A menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah yang menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru. Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini muncul dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

“Pergantian kepemimpinan ini harus menjadi momentum perbaikan tata kelola program. Kami berharap ada langkah konkret untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan standar keamanan pangan, serta memastikan seluruh proses distribusi makanan berjalan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Asrul. Rabu (3/6/2026)

PMII Sulbar menilai sejumlah insiden keracunan yang terjadi selama pelaksanaan program MBG tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata. Salah satu kasus yang menyita perhatian publik terjadi di Bandung Barat, di mana sekitar 1.333 siswa dilaporkan terdampak akibat dugaan keracunan makanan. Selain itu, beberapa kejadian serupa juga tercatat di sejumlah daerah lain.

Menurut Asrul, setiap peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program. Sebab, tujuan utama MBG adalah meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia, sehingga aspek keamanan makanan tidak boleh diabaikan.

Ia menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional di bawah kepemimpinan yang baru perlu memperkuat sistem pengendalian mutu mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian yang dapat membahayakan kesehatan peserta didik.

Baca Juga  29 Dapur MBG di Polman Dipaksa Berhenti: BGN Tegas, Standar Gizi Tak Bisa Ditawar!

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang sangat strategis untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Namun program ini harus dijalankan dengan standar kualitas yang tinggi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

PMII Sulbar juga mendorong adanya evaluasi berkala terhadap seluruh mitra pelaksana program di daerah. Transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program tersebut.

Lebih lanjut, Asrul berharap kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional dapat menghadirkan sistem pengawasan yang lebih efektif dan responsif terhadap berbagai potensi masalah di lapangan. Menurutnya, setiap laporan maupun indikasi pelanggaran harus ditindaklanjuti secara cepat untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, PMII Sulbar menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Pergantian kepemimpinan harus menjadi titik awal perbaikan. Kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama di atas segala target maupun capaian administratif. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari angka, tetapi dari sejauh mana negara mampu menjamin makanan yang aman, sehat, dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa,” tegas Asrul.

Kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan tidak ada lagi kasus yang mengancam kesehatan peserta didik.

Dengan evaluasi yang menyeluruh dan tata kelola yang lebih baik, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan lebih aman, efektif, dan berkelanjutan demi mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat dan unggul. (*Mull)

Editor: Basribas

Iklan